Rabu, 23 Oktober 2019 |
Politik

1.142 Jiwa Warga SAD Tersebar di Merangin, Ini Harapan Sekda

Kamis, 01 September 2016 21:32:03 wib
Sekda Merangin H SIbawaihi membuka Rakor Komunitas Adat Terpencil

JAMBIDAILY POLITIK-Hingga saat ini, 1.142 jiwa dengan 297 Kepala Keluarga warga Suku Anak Dalam (SAD) tersebar di beberapa Kecamatan dalam Kabupaten Merangin.

"Mereka adalah saudara kita, mitra dan bukan orang lain apalagi musuh.  Kita tidak boleh alergi dengan keberadaan warga SAD,"ungkap Sekda Merangin H Sibawaihi saat membuka rapat koordinasi kelompok kerja Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Aula Bappeda, Kamis 01 September 2016.

Dia juga meminta warga SAD mentaati terhadap berbagai aturan dan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Untuk hidup berdampingan dengan masyarakat. SAD jangan semaunya sendiri.

‘’Mengingat daerah kita ini daerah beradat, saya minta kepada para SAD agar mematuhi aturan yang ada. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Karena daerah kita mempunyai aturan-aturan hukum yang berlaku,’’ujar Sekda.

Sekda berharap, melalui Rakor KAT ini akan memberikan masukan positif terhadap kerukunan hidup berdampingan.

‘’Mari kita membangun Negeri Merangin ini secara bersama. Saling menghargai satu sama lainnya. Tragedi betrok antara SAD dan masyarakat yang pernah terjadi di kawasan Kungkai jangan sampai terulang lagi,’’pinta Sekda.

Hadir pada rakor  itu, Temenggung Bujang Dong dari Kungkai Seberang, Temenggung Mudo dan Temenggung Joni dari Lantak Seribu dan Tenggung Pak Jang dari Bukit Beringin.

Tampil sebagai narasumber dari Kementrian Sosial H. Hasbullah. M.Si (Dir. Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil) dan  Laude toufi (Kasubsi Kelembagaan Komunitas Adat Terpencil).(*)


Penulis    : Teguh (humas)
Editor     :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top