Selasa, 19 November 2019 |
Hukum - Peristiwa

11 Penambang Tertimbun Dievakuasi dari Kedalaman 80 Meter

Kamis, 27 Oktober 2016 20:30:26 wib
Bupati Merangin, H Al Haris memberi arahan Evakuasi para korban PETI

JAMBIDAILY PERISTIWA-Bupati Merangin H Al Haris memimpin jalannya evakuasi 11 orang korban jiwa pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang tertimbun di ‘Lubang Jarum’.

Para korban di kawasan tambang Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap itu, harus dievakuasi dari "Lubang Jarum" dengan kedalaman 80 meter.

PETI Kembali Menelan Korban, 11 Penambang Tertimbun

"Saya bersama tim akan berupaya semaksimal mungkin, bisa mengeluarkan jazat 11 orang korban PETI ‘Lubang Jarum’ itu, dari kedalaman sekitar 80 meter di bawah aliran Sungai Batang Merangin,’’ujar Bupati Merangin, H Al Haris, Rabu 26 Oktober 2016, memimpin langsung proses evakuasi bersama Kapolres AKBP Munggaran dan Dandim 0420/Sarko Letkol Inf I Nyoman Yudhana DP.

Setelah menempuh sekitar dua jam perjalanan dengan mobil, bupati dan rombongan yang terdiri dari tim Basarnas, TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Merangin dan peralatannya, melanjutkan perjalanan jalur sungai.

Menggunakan belasan perahu getek, bupati dan rombongan kemudian menelusuri aliran Sungai Batang Merangin di Desa Simpang Parit, menuju TKP PETI ‘Lubang Jarum’.

Begitu sampai di TKP, bupati langsung mengarahkan semua tim untuk evakuasi. Lebih dari 10 mesin penyedot air dikerahkan, untuk menguras lubang dimana 11 orang pelaku PETI itu tertimbun.

Namun setelah lebih dari sembilan jam lubang itu disedot, air tak juga kunjung kering. Diduga lubang PETI itu telah bocor dari air aliran sungai.

"Mari kita bacakan tahlil dan doa,’’ajak Bupati di bibir lubang PETI.

Doa tersebut ditujukan kepada, Tami (45), Yungtuk (30), Si’am (28), Hamzah (55), Jurnal (21), Catur (24) dan Guntur(34), Warga Sunai Nilau  Kecamatan Sungai Manau. Selain itu, Cito (25) dan Zulfikar (25) warga Perentak Kecamatan Pangkan Jambu serta  Dian Arman (53) dan Erwin (44) warga Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap.

Sekitar pukul 19.03 Wib bupati bersama rombongan akhirnya pulang. Sejumlah perahu rombongan bupati tanpa penerangan tersebut, terus mengalir menerobas kegelapan malam menuju Desa Simpang Parit dimana mobil-mobil diparkirkan.(*)


Penulis     : Teguh HMS
Editor      :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top