Rabu, 29 Januari 2020 |
Kesehatan & Olahraga

6 Desa di Tanjabtim Jadi Lokasi Fokus Lokus Stunting

Selasa, 09 Juli 2019 19:26:22 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tabjabtim) menjadi fokus lokus stunting. Dimana terdapat 10 Desa dari Enam Kecamatan yang menjadi lokasi fokus perhatian.

10 Desa yang menjadi lokasi lokus stanting, diantaranya Desa Kuala Simbur, Padan Lagan, Sinar Wajo, Sungai Beras, bukit tempurung, Kota Kandis, Rantau Rasau, Pematang Mayan, yang tersebar di enam kecamatan.

"Untuk penetapan desa lokus stunting sendiri di Provinsi Jambi selain di Tanjabtim juga ada di Kabupaten Kerinci, berdasarkan hasil riskesdas yang dilakukan pada tahun 2013 lalu," kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Ernawati, melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Rina.

Dikatakannya pula, terdapat beberapa indikator yang menjadi penyebab lokus stunting ditentukan di beberapa desa tersebut. Diantaranya, karena buruknya sanitasi meski ada beberapa juga yang sudah ODF.

Sejauh ini melalui lokus stunting ini, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap 10 desa tersebut dan melakukan sosialisasi serta penguatan kader. Dimana penanganan stunting ini sangat baik dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan.

"Jadi bukan saja mereka yang sudah menjadi suspeck, namun mereka yang masih dalam kandungan atau calon calon ibu di masa mendatang," terangnya.

Berdasarkan hasil riskesdas angka stunting Tanjabtim tahun 2013 mencapai 48,5 persen. Balita yang berstatus stunting terbilang tinggi. Dari seluruh balita yang ada di tahun tersebut, standar WHO harus dibawah 20 persen.

Untuk saat ini berdasarkan hasil pengukuran balita di tahun 2018 seluruh balita, meski belum 100 persen dilakukan pengukuran hanya 15 persen saja yang telah dihitung, namun belum semua data masuk. Dimana 15 persen tersebut hanya penghitungan dari 11 kecamatan dan 93 desa dan kelurahan, namun masih data acak belum keseluruhan.

"Dari hasil riskesdas 2018 riset terbaru mereka data stunting 40,9 persen. Dan dari riset kita masih 15 persen namun belum secara keseluruhan. Kalo dilihat dari hasil riskesdas memang terjadi penurunan kasus," sebutnya.

Permasalah stunting sendiri lebih diakibatkan permasalahan gizi dan sanitasi. Sementara faktor keturunan tidak terlalu berpengaruh. Selain berdampak pada fisik juga berpengaruh pada IQ otak. Maka penanganan 1000 hari pertama hidup itu sangat penting.

"Target ke depan, perlu peran aktif lintas OPD untuk menyelesaikan masalah stunting. Bagi yang sudah terkena, untuk penanganan ya bisa diatasi dengan catatan dibawah usia 2 tahun jika diatas usia tersebut maka akan sulit," ungkapnya.

Penulis : Hendri Rosta
Editor. : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top