Minggu, 17 November 2019 |
Peristiwa

76 Desa Ditetapkan Siaga Banjir di Batanghari

Selasa, 24 November 2015 15:22:36 wib
ilustrasi (antaranews.com)

JAMBIDAILY PERISTIWA-Sebanyak 76 Desa dalam wilayah Kabupaten Batanghari, dihimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari untuk siaga banjir.

Status tersebut ditetapkan BPBD Batanghari setelah intensitas curah hujan tinggi yang melanda daerah Provinsi Jambi, dan khususnya Kabupaten Batanghari akhir-akhir ini, ditambah dengan himbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Provinsi bahwa bulan Desember 2015 ini diperkirakan musim hujan.

“Prediksi BMKG Desember musim hujan, untuk itu kita himbau agar warga yang rumahnya berada dipinggir Sungai Batanghari untuk waspada banjir,”papar Kepala BPBD Batanghari, Abdullah, Selasa (24/11).

Berdasarkan data yang ada di BPBD Batangahri, bahwa terdapat 76 Desa yang rawan banjir, yang berada di Tujuh Kecamatan. Tujuh Kecamatan yang rawan banjir yakni Kecamatan Muarabulian, Kecamatan Muara Tembesi, Kecamatan Pemayung, Kecamatan Mersam, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kecamatan Maro Sebo Ilir, dan Kecamatan Bhatin XXIV.

"Dari delapan kecamatan yang ada di Batanghari, hanya kecamatan Bajubang yang tidak rawan banjir. Namun di Bajubang bisa jadi banjir yang diakibatkan genangan air hujan," ujar Abdullah.

Jika melihat kondisi debit air sungai Batanghari yang setiap harinya berpotensi meningkat dengan cepat. dan curah hujan tinggi akan mengguyur wilayah kabupaten Batanghari beberapa bulan kedepannya, tidak menuntut kemungkinan Batanghari akan kebanjiran.

"Dari tujuh Kecamatan rawan banjir tersebut, Kecamatan Muara Tembesi paling cepat banjir. Pasalnya, daerah tembesi datarannya cukup rendah.  Kuncinya Kabupaten tetangga seperti Tebo dan Sarolangun, jika didaerah tersebut sudah ada rumah yang terendam,  Batanghari harus kesiapsiagaan banjir,”ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman ditahun-tahun sebelumnya, Batanghari akan terkena banjir berkisar diakhir tahun dan diawal tahun.

"Sungai Batanghari merupakan penghujung dari anak-anak sungai kabupaten tetangga. Seperti Kerinci, Merangin, Tebo, Bungo, dan Sarolangun, limpahan air sungai dari kabupaten tetangga ini larinya ke sungai Batanghari," katanya.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top