Rabu, 23 Oktober 2019 |
Peristiwa

Alhamdulillah, Pemkab Muaro Jambi Berangkatkan Saidin Berobat ke Palembang

Sabtu, 22 Juni 2019 21:57:07 wib
Bupati Hj Masnah Busro, saat melihat kondisi Saidin/Foto: Usman Muhammad

JAMBIDAILY PERISTIWA - Pemerintah kabupaten Muaro Jambi, melalui Bupati Hj Masnah Busro akan berangkatkan Saidin Sang Maestro Melayu Dul Muluk Muaro Jambi Penderita Tumor Colli di Lehernya untuk diperiksa lebih lanjut ke rumah sakit yang ada di kota Palembang.

Bupati, melihat langsung kondisi Saidin (55) di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro. Disana selain memberangkatkan Saidin, Masnah Busro juga akan membantu pembangunan 1 unit rumah untuk saidin sekeluarga dari program baznas kabupaten Muaro Jambi, mengingat belum punya tempat tinggal yang ditempati saat ini numpang.

Sebelumnya Saidin ramai dibicarakan karena adanya penggalangan dana dilakukan oleh salah satu wartawan Senior di Jambi dari Kompas yaitu Irma Tambunan. Dikutip jambidaily.com (Senin, 17/06/2019) melalui laman kitabisa.com, berikut keterangan terkait Saidin, sang maestro ini.

Sebagaimana yang dilakukan kakek dan ayahnya, Saidin (55) berjuang sekuat tenaga merawat kesenian tradisi Melayu agar tidak mati digilas zaman. Perjuangan itu jauh dari kata mudah. Banyak ujian yang harus ia lalui dan menangi.

Saidin adalah generasi ketiga penerus teater komedi melayu Dul Muluk, kesenian Zikir Beredah, ataupun Lukah Gilo dari Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Darah kesenian mengalir dari kakek dan ayahnya. Kakeknya adalah pelakon Dul Muluk, sementara ayahnya penabuh rebana siam dan gendang.

Sejak kecil Saidin tumbuh dengan kesenian khas Muaro Jambi itu. Ia mahir sebagai pelakon dalam teater Dul Muluk. Ia juga piawai sebagai pelakon Zikir Beredah dan Lukah Gilo. Zikir Beredah adalah semacam pertunjukan musik selawat yang melibatkan belasan penabuh rebana siam dan gong.

Saidin dan seniman lainnya baru menyadari ancaman besar itu pada tahun 2000. Ia dan kawan-kawannya pun berusaha membangkitkan kembali kesenian tradisi yang mulai redup itu. Pada saat yang sama, pemerintah daerah berusaha mengangkat potensi seni tradisi untuk mendorong pariwisata lokal. Dari situ, tawaran untuk pentas kembali datang.

Di tengah semangatnya untuk terus merawat teater Dul Muluk, Zikir Beredah, dan Lukah Gilo, Saidin didera penyakit tumor colli yang tumbuh di lehernya. Tumor yang enam bulan lalu baru sebesar kelereng terus membesar hingga melebih ukuran bola tenis. Penyakit itu membuat tubuhnya kurus dan merapuhkan otot serta persendiannya. Ketika Kompas menjenguknya di Desa Lubuk Raman, Senin (10/6/2019), ia terbaring lemah di dekat piul pesanan yang belum jadi.

Selain itu Seniman dan Wartawan Jambi Galang Dana Buat Sang Maestro. Tim tujuh dari kalangan seniman dan wartawan Jambi hendak menggalang dana untuk pengobatan salah satu seniman Melayu Jambi, Saidin (55) – yang tengah berjuang melawan tumor.

Tim tujuh itu adalah Sakti Alam Watir, Irma Tambunan, Nining Antero, Hery Rawas, Jogi Sirait, Putra Agung, dan Didin Siroz.

“Rasa kemanusiaan kita merasa terpanggil untuk menggalang dana buat Pak Saidin,” kata Sakti Alam Watir kepada Gatra.com, Jumat (21/6).

Menurut Sakti, sejak beberapa hari lalu, Irma Tambunan telah membuka dompet kemanusiaan buat Saidin di kitabisa.com. “Syukurnya sampai hari ini telah terkumpul Rp37 juta lebih. Kita berharap terus menggalang dana,” kata Nining Antero.

Bagi anda yang ingin membantu Pak Saidin, lewat kitabisa.com, dapat berdonasi melalui tautan ini: kitabisa.com/bantupaksaidin

 

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:

 

KOMENTAR DISQUS :

Top