Rabu, 23 Oktober 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Angka Kecelakaan Akibat Main Ponsel Sengaja Dibikin Rendah?

Selasa, 24 Oktober 2017 04:39:18 wib
Ilustrasi Kecelakaan Karena Bermain Ponsel Saat Berkendara(google)

JAMBIDAILY TEKNOLOGI - Laporan tentang persentase jumlah kecelakaan akibat pengemudi kendaraan yang bermain ponsel, diduga sengaja dibikin rendah. Hal ini bisa jadi dibuat agar citra perusahaan smartphone tidak menjadi buruk.

Menurut data National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), kematian akibat kecelakaan lalu lintas (baik karena faktor ponsel atau bukan) di AS meningkat 14,4 persen sepanjang tahun 2014 hingga 2016.

Jumlah kecelakaan yang diakibatkan karena sopir main ponsel hanya sebesar 1,4 persen. Angka itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan penyebab lain.

Dalam catatan yang dipublikasi oleh NHTSA, dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Senin (23/10/2017), 8,9 persen kecelakaan disebabkan oleh rem blong, 5,6 persen karena alkohol, dan 4,6 persen karena kecepatan tinggi.

Namun, data itu didapat dari 11 negara bagian AS yang mencantumkan penggunaan ponsel sebagai penyebab kecelakaan. Sementara, AS sendiri memiliki 50 negara bagian.

Sebagai tambahan, dalam kurun yang sama (2014-2016), terjadi kenaikan jumlah pengguna smartphone di AS sebesar 6 persen.

Inidkasi-indikasi di atas tentunya menimbulkan asumsi bahwa persentase kecelakaan akibat berkendara sambil bermain ponsel mungkin lebih besar dari yang diperkirakan. Dugaan lain, angka ini sengaja dibuat agar tetap rendah demi melindungi industri smartphone.

Karena, menurut survey yang dilakukan oleh lembaga Zendrim. Dari 3 juta pengemudi yang juga pengguna smartphone di AS, 88 persen di antaranya masih terganggu dengan ponsel saat berkendara, meski sudah menggunakan fitur hands free.

 

Upaya pencegahan

Meningkatnya angka kecelakaan akibat penggunaan ponsel membuat beberapa vendor mengambil langkah penting. Salah satunya adalah Apple melalui sistem operasi iOS 11.

iOS 11 bisa membuat iPhone mendeteksi bahwa penggunanya sedang berada dalam mobil, sehingga ponsel secara otomatis memblokir panggilan dan atau SMS tertentu selama pengemudi disinyalir masih berkendara, meski fitur ini bisa dinon-aktifkan pengguna.

Demikian pula dengan pemerintah dan pihak terkait. Telah banyak slogan menarik dipasang untuk mengingatkan akan bahaya kebiasaan bermain ponsel saat berkendara. Namun peringatan tersebut tampaknya dianggap angin lalu.

Perlu kesadaran penuh bagi pengguna ponsel untuk menghentikan kebiasaanya. Karena sejatinya, perangkat dan slogan hanya memberikan opsi. Sedangkan keputusan, tetap ada di tangan pengguna.

 


(Kompas.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top