Minggu, 22 September 2019 |
Hukum

Antisipasi Karhutlah, Ini Langkah Polres Tanjabbar

Sabtu, 20 Februari 2016 08:12:47 wib
Kapolres Tanjabbar, AKBP Agus Sumartono, SiK, SH MH

JAMBIDAILY HUKUM-Kabupaten Tanjung Jabung Barat termasuk daerah yang rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini dari Polres Tanjab Barat, daerah atau lokasi lahan gambut itu berada di Kecematan Betara, Kecamatan Pengabuan, Pematang Lumut, Kecamatan Senyerang, Kecamatan Seberang Kota serta Kecamatan Kuala Betara.

"Kita telah melakukan Rakor dalam rangka antisivasi dan penanggulangan bencana karhutla di Kabupaten Tanjab Barat,"papar Kapolres Tanjab Barat, AKBP Agus Sumartono,S.I.K,SH,MH, Jumat (19/02), kepada jambidaily.com, di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, upaya penanggulangan pada lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan, pihaknya melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pebakaran lahan ataupun hutan.

"Bekerjasama dengan dishut untuk secara rutin dan terus menerus memantau sebaran titik api (Hot Spot) melalui satelit noa, melaksanakan patroli terpadu ke lokasi-lokasi kawasan hutan dan perkebunan yang rawan terhadap terjadinya kebakaran dan pembakaran lahan.  Kita juga menyiagakan regu pemadam kebakaran di tingkat Polsek dan Polres, ikut serta dalam proses pemadaman api terhadap lahan atau hutan yang terbakar bersama tim satgas dalka lahut yang telah di bentuk, melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan dan hutan,"jelas perwira melati dua ini.

Batas waktu yang diberikan adalah dua bulan jangka pendek Januari-Februari, mengadakan rapat koordinasi dengan intansi, dan Polres sebagai penggagas. Pemetaan ulang lahan yang menjadi langganan kebakaran, merencanakan penyiapan sumber daya meliputi kuat pernonel, peralatan, posko Karlahut, sistem kendali dan back up satuan atas, membentuk tim satgas Pre-emtive, preventive dan Refresive.

Sedangkan, Maret s/d Mei batas waktu yang berikan adalah tiga bulan, memastikan kesiapan sumber daya dengan mengadakan latihan bersama intansi terkait, menyaiapkan pembangunan kanal untuk lahan gambut di lokasi rawan terjadinya kebakaran dan Hot Spot dengan bekerjasama Forkompimda.

Begitu juga jangka waktu panjang bulan Juni s/d Desember batas waktu yang diberikan adalah 6 bulan, penggelaran sumber daya dilapangan bersama instansi terkait (Manusia, material, sarana dan prasarana), pembangunan kanal block untuk lahan gambut di lokasi rawan terjadinya kebakaran dan hot spot sudah dilaksanakan.

"Anggaran Karhutlah tahun 2017 sudah dianggarkan oleh Pemda sebagai penanggung jawab di daerah, rentang kendali posko karhutla di Kecamatan sudah terbentuk, karhutla diwilayah Kabupaten Tanjab Barat tidak terjadi.  Data lokasi tempat posko, di Kec Betara (Muntialo), Tebing Tinggi, Purwodadi, Senyerang, Betara, Batang Asam," kata Agus.

Meskipun peralatan sebagai pendukung untuk penanganan musibah akibat ulah dari Manusia itu sudah disiagakan Pemerintah dari awal, seperti, pada TNI tenda, mesin pompa air beserta peralatannya, kendaraan roda dua dan roda empat.

Pada Polri tenda, mesin pompa air beserta peralatannya, kendaraan roda dua, empat dan enam dan Pemda Kantor Damkar kendaraan roda dua, emapat, enam, tenda, mesin pompa, mesin pemadam berikut peralatannya.

Sedangkan Dinas Kesehatan, peralatan medis berikut mobil ambulance, Sar peralatan SAR (Tenda,kendaraan roda empat, mesin pompa DSB). Begitupun perusahan perkebunan di Tanjab Barat juga harus menyiapkan beberapa alat yang dibutuhkan untuk antisipasi bencana itu.

"Kekuatan personel penanganan karhutlah, TNI (Kodim 0419 Tanjab dan Subden Pom) jumlah 65, Polri (2/3) kekuatan berjumlah 237, Pemda (Dinkes, Damkar dan Pol PP) berjumlah 105, Brimob berjumlah 60, BNPB berjumlah 60 dan perusahaan 60,"pungkasnya.(jambidaily.com/RZA)

KOMENTAR DISQUS :

Top