Jumat, 21 Februari 2020 |
Hukum

Awasi Pelintas Batas Ilegal, Satgas Yonif R 142/KJ Laksanakan Pemeriksaan

Rabu, 01 Januari 2020 18:34:50 wib
JAMBIDAILY BELU - Personel Pos Dafala Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelintas batas tradisional guna mencegah pelintas batas ilegal dan penyelundupan di wilayah perbatasan yang berada di Dusun Webua A Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu NTT.

"Momen Natal dan Tahun Baru 2020 diwaspadai akan dimanfaatkan oleh pelaku penyelundupan dengan memanfaatkan pelintas batas tradisional yang keluar masuk wilayah Indonesia - Timor Leste melalui jalan-jalan tikus," ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas Mako Satgas Atambua, Rabu (1/1/2020).

"Hal ini akan diiringi dengan meningkatnya pelintas batas ilegal yang melakukan aktifitas keluar masuk Negara Indonesia dengan tidak melaporkan diri ke pos-pos perbatasan yang ada. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir pelintas batas ilegal yang masuk Negara Indonesia serta upaya untuk mencegah kegiatan penyeludupan yang mungkin terjadi seperti Sembako, BBM, Narkoba, Miras, hewan ternak dan lain-lain," imbuh Letkol Inf Ikhsanudin.

Kapten Inf Nurmansyah selaku Danpos Dafala menurunkan 2 regu untuk melaksanakan kegiatan pengawasan dari pagi hingga malam hari di jalan-jalan tikus yang ada di wilayahnya.

Salah satu regu yang dipimpin oleh Serda Komang Anom Tirta selaku Komandan Patroli bersama 6 orang personelnya melakukan penyisiran menuju ke salah satu proyek bendungan untuk menindaklanjuti adanya laporan dari warga masyarakat yang melihat pelintas batas dari Negara Timor Leste masuk ke wilayah Negara Indonesia melalui jalan-jalan tikus.

Pada saat jalan masuk ke proyek terlihat orang-orang yg sedang menunggu kendaraan mobil di depan teras rumah salah satu warga. "Mencurigakan, personel kami langsung mendatangi orang-orang tersebut, setelah personel kami meminta untuk menunjukan kartu identitas diri, dan ternyata benar bahwa mereka merupakan masyarakat dari Negara Timor Leste yang masuk ke Negara Indonesia untuk tujuan belanja kebutuhan pokok," papar Dansatgas.

"Setelah diadakan dialog, personel kami mengarahkan mereka untuk melaporkan diri ke pos perbatasan Indonesia yaitu Pos Dafala untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan kartu identitas diri serta kelengkapan administrasi lain secara lebih detail," ungkapnya lebih lanjut.

Pengawasan jalan-jalan tikus dilanjutkan oleh personel Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ dengan menduduki tempat-tempat yang dicurigai untuk melaksanakan pengendapan hingga malam hari.

Terpisah, Kapten Inf Nurmansayah menyampaikan tanggapannya atas kegiatan pengawasan yang dilaksanakan oleh personelnya terhadap jalan-jalan tikus dalam rangka mengantisipasi segala bentuk kegiatan illegal tersebut. "Kami tidak akan memberikan toleransi bagi pelintas batas ilegal yang masuk ke wilayah Negara Indonesia, tindak tegas akan kami tegakan sesuai dengan aturan yang berlaku," tandasnya.(penremgapu)

KOMENTAR DISQUS :

Top