Rabu, 23 Oktober 2019 |
Nasional

Badan Restorasi Gambut Terus Lakukan upaya Pembasahan Ekosistem Gambut Provinsi Jambi

Jumat, 09 Agustus 2019 14:28:09 wib
Kepala BRG Nazir Foead, Meninjau kebakaran hutan di di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi (Rabu, 07/08/2019)./Foto: Hendry Noesae/Jambidaily.com

JAMBIDAILY NASIONAL - Badan Restorasi Gambut (BRG) berdasarkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 1 Tahun 2016 mengemban tugas untuk melakukan koordinasi dan memfasilitasi restorasi gambut di 7 (tujuh) provinsi selama periode 5 (lima) tahun dari tahun 2016 sampai tahun 2020.

Ketujuh provinsi sasaran prioritas dari restorasi gambut tersebut, adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Papua.

Tugas BRG melakukan restorasi gambut seluas 2,67 juta hektar (berdasarkan Surat Keputusan Kepala BRG Nomor SK.16/BRG/KPTS/2018 tentang Penetapan Peta Indikatif Restorasi Gambut) di 7 (tujuh) provinsi target perlu didukung keterlibatan banyak pihak, termasuk para pemuka agama.


Kunjungan Kepala Badan Restorasi Gambut ke Desa Catur Cahaya

Desa Catur Rahayu merupakan desa yang terletak di Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi yang berbatasan langsung dengan salah satu kawasan koservasi gambut dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi Riau yaitu Huta Lindung Gambut (HLG) Londerang.
 
Desa Catur Rahayu merupakan desa penerima bantuan kegiatan restorasi gambut BRG berupa bantuan pembangunan sumur bor dan kegiatan bantuan ekonomi produktif/revitalisasi ekonomi masyarakat. 

Pembangunan sumur bor yang telah dilaksanakan di Desa Catur Rahayu yaitu sejumlah 193 unit sumur bor pada tahun 2018 yang dilaksanakan oleh 5 kelompok masyarakat (pokmas) yaitu pokmas Rimbawan Jaya, Peduli Rimba, Jaya Mulya, Maju Bersama, dan Jaya Bersama.

Di tahun ini, pembangunan sumur bor di Desa Catur Rahayu akan dilaksanakan di 50 titik. Selain itu, telah diberikan juga bantuan ekonomi produktif/revitalisasi ekonomi masyarakat di Desa Catur Rahayu berupa Budidaya Kopi Liberika pada tahun 2018 kepada Pokmas Abdi Rahayu.


Rencana Tindakan Tahunan Restorasi Gambut Tahun 2019 di Jambi

Target restorasi Provinsi Jambi dalam kurun waktu 2016 – 2020 mencakup lahan gambut dengan luas total 151.662 ha, dari total luas lahan gambut di Provinsi Jambi sekitar 900.000 ha.

Target restorasi tersebut terdiri dari lahan gambut pada kawasan lindung seluas 25.880 ha, lahan gambut pada kawasan budidaya berizin seluas 99.774 ha, serta lahan gambut pada kawasan budidaya tidak berizin seluas 26.008 ha.

Berdasarkan Rencana Tindakan Tahunan (RTT) tahun 2019 untuk Jambi, restorasi gambut akan dilakukan berdasarkan pendekatan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yang berada pada 2 KHG:

  • KHG Batang Tembei - Sungai Merak dengan luas 12.636,92 ha
  • KHG Sungai Batang - Sungai Tungkal dengan luas 54.154,07 ha

Prioritas restorasi seluas 66.791,03 ha untuk luasan gambut dari 2 (dua) KHG di Provinsi Jambi adalah sebagai berikut: 

  • Prioritas Pasca Kebakaran 2015-2017 (luas prioritas 7.35,54 ha); 
  • Prioritas Lindung Gambut Berkanal (luas prioritas 49.725,31 ha);
  • Prioritas Gambut Budidaya (luas prioritas 620,09 ha); 
  • Prioritas Gambut Tidak Berkanal (luas prioritas 8.710,05 ha). 

Keterangan:
R1.1 : Sumur Bor (unit)
R1.2 : Sekat Kanal (unit)
R1.3 : Penimbunan (meter)
 
R2.1 : Suksesi Alami (hektar)
R2.2 : Pengkayaan (hektar)
R2.3 : Penanaman Pola Maksimal (hektar)

 

 

Desa Peduli Gambut di Jambi

Untuk mendukung tercapainya restorasi gambut, BRG Indonesia bekerja bersama masyarakat desa dan melakukan edukasi serta sosialisasi dalam kerangka program Desa Peduli Gambut (DPG). Hingga Desember 2018, program DPG sudah dilaksanakan di 20 desa/kelurahan di 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi.

Pada 2017 – 2018, program DPG di Kab. Tanjung Jabung Barat dilakukan di 5 desa, yakni Desa Mekar Jaya, Desa Makmur Jaya, Desa Serdang Jaya, Desa Betara Kiri, dan Desa Sungai Gebar. Menghasilkan 5 profil desa, 5 peta indikatif, dan mengikutsertakan 10 Guru SD dan 4 Dai Peduli Gambut yang diikutsertakan dalam edukasi. 

Pada 2017 – 2018, program DPG di Kab. Tanjung Jabung Timur dilakukan di 12 desa, yakni Desa Pematang Rahim, Desa Bukit Tempurung, Desa Sungai Beras, Desa Rantau Indah, Desa Mencolok, Desa Koto Kandis Dendang, Desa Catur Rahayu, Desa Jati Mulyo, Desa Teluk Dawan, Desa Rantau Rasau, Desa Sungairambut, dan Desa Rawa Sari. Menghasilkan 12 profil desa, 12 peta indikatif, dan mengikutsertakan 24 Guru SD dan 12 Dai Peduli Gambut yang diikutsertakan dalam edukasi.

Pada 2017 – 2018, program DPG di Kab. Muaro Jambi dilakukan di 3 desa, yakni Desa Sungai Bungur, Desa Seponjen, Desa Sogo. Menghasilkan 3 profil desa, 3 peta indikatif, dan mengikutsertakan 6 Guru SD dan 3 Dai Peduli Gambut yang diikutsertakan dalam edukasi.

 

Sumber: Rilis BRG

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top