Minggu, 22 September 2019 |
Ekonomi

Berpolemik, Kontraktor JUT Tanggung Perbaikan Jamtung

Selasa, 01 Desember 2015 14:04:40 wib
Rakor Polemik Jamtung Sarolangun

JAMBIDAILY EKONOMI-Tuntutan perbaikan jembatan gantung (Jamtung) oleh beberapa warga perwakilan Kelurahan Dusun Sarolangun kepada kontraktor pengerjaan proyek Jalan Usaha Tani (JUT) dikabulkan.

Hal ini berdasarkan hasil rapat klarifikasi persoalan antara pihak kontraktor dan masyarakat Kelurahan Dusun Sarolangun, Senin kemarin (30/11) di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun.

Tampak hadir dipertemuan tersebut Kepala Dinas Pertanian Sarolangun yang diwakili oleh Kabid Sarana dan Prasarana H. Suratman dan juga beberapa perwakilan dari warga Kelurahan Dusun Sarolangun. Juga hadir Lurah Dusun Bustra Desman dan kontraktor jalan usaha tani Ahmad Sodikin dan Febi Yonoka.

H. Suratman sebagai Kabid Sarana dan Prasarana sebagai moderator pertemuan tersebut meminta kepada semua pihak agar menyelesaikan persolan tersebut secara kekeluargaan.

“Sebagai perwakilan dari dinas pertanian saya meminta persolan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan,’’ ujar Suratman.

Lurah Dusun Sarolangun Bustra Desman dan bersama warga sebelumnya juga sempat adu mulut dengan pihak kontraktor. Sebab pihak kontraktor tak mau seluruh kesalahan tersebut semuanya dilimpahkan kepadanya, karena sebelum proyeknya, juga ada proyek yang lain menggunakan jematan tersebut. Namun akhirnya pihak kontraktor menyatakan menyanggupi seluruh tuntutan masyarakat warga Kelurahan Dusun Sarolangun.

“Begini saja pak, kita stop saja perdebatan ini dan saya mengatasnamakan proyek ini, segala tuntutan warga saya yang tanggung secara finansialnya, bapak tinggal hitung saja berapa total yang harus kami bayar,’’ ujar Febi ditengah rapat tersebut.

Denga begitu Lurah Dusun Sarolangun bersama warganya juga menyepakati apa yang telah menjadi komitmen dari pihak kontraktor tersebut.

“Kalau begitu saya akan membicarakan hal ini kepada masyarakat kelurahan dusun untuk menentukan berapa nilai kerugian yang harus dibayar oleh pihak bapak (kontraktor, red), dan nanti kita hubungi lagi bapak lagi,’’ ucap Lurah Dusun Sarolangun.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Sarolangun menghentikan proyek pembangunan JUT. Karena warga menganggap pembangunan JUT telah merusak jembatan gantung di dusun mereka. Sebab material proyek diangkut melalui Jamtung.(jambidaily.com/AJI)

KOMENTAR DISQUS :

Top