Minggu, 08 Desember 2019 |
Politik

Bersilaturahmi, Camelia Puji Astuti Disambut Hangat Warga Malapari

Senin, 12 Oktober 2015 21:09:36 wib
Silaturahmi Camelia Puji Astuti bersama warga Desa Malapari Batanghari (12/10)

JAMBIDAILY BATANGHARI-Kedatanggan Calon Bupati Batanghari, Camelia Puji Astuti beserta rombongan disambut hangat oleh warga Rt di 01 Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian dalam acara silaturahmi dengan warga setempat.

Pada pertemmuan itu, selain Ketua Adat Malapari, H A Wahabsyah juga hadir tokoh masyarakat, ibu-ibu, pemuda-pemuda dan masyarakat setempat.

"Kami memang menanti beliau (Camelia-red), agar warga bisa dengar apa yang disampaikan untuk kemajuan Batanghari kedepannya,"ungkap salah satu tokoh masyarakat Malapari H A Wahab.

Masyarakat berharap kepada Paslon Camelia - Amin, bila nanti terpilih jadi pemimpin Batanghari, lebih mengutamakan kesejahteraan petani.

"Sawah kami sangat luas.  Kalau itu dikelola dengan baik dan dibantu Pemkab, tentu akan membuat ekonomi masyarakat lebih baik," harap mantan Kepala Sekolah Desa Malapari ini.

Menurutnya, Cemelia merupakan sosok calon pemimpin yang merakyat dan memiliki wibawa mewarisi kewibawaan sang ayahnya H Hasip Kalimuddin Syam, yang tentu akan melekat di jiwa Camelia.

"Kata pepata kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, nah saya sangat kenal sama pak Hasip Kalimuddin Syam waktu jadi Kadis Pdk Provinsi Jambi, hingga sampai Bupati Batanghari, dan sampai sekarang sosok seperti Hasip sangat kami kagumi."

Selama Hasip Syam jadi Bupati Batanghari banyak yang dibangun, seperti, pembangunan jalan-jalan dan juga pembangunan sarana pendidikan.

"Saya tahu persis siapa sosok ayah dari Camelia, waktu itu Camelia masih pendidikan SD di Muara Bulian. Dan kami mendukung beliau untuk Bupati Batanghari dengan sepenuh hati,"tambah A. Wahab.

Sementara itu, Camelia Puji Astuti, dalam sambutannya, menyatakan, Dirinya terdorong untuk mencalonkan diri untuk jadi Bupati Batanghari, untuk meneruskan cita-cita dari ayahnya (Hasip Kalimuddin Syam).

"Cita-cita ayah saya, ingin Kabupaten Batanghari menjadi kota pelajar, agar anak-anak Batanghari pintar-pintar semua,"tuturnya.

Dia juga menaruh perhatian dan prioritas terhadap perekonomian para petani karet. Apalagi ditengah harga karet yang anjlok saat ini.

"Dengan harga karet Rp 5 ribu perkilogram, berbanding jauh dengan harga dijambi pada kisaran Rp.9 ribu per kilo. Kedepan hal ini kita dapat mencari solusi melalui pasar lelang karet yang dapat mendongkrak harga karet sesuai pasaran yang ada,"contohnya.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top