Jumat, 06 Desember 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, Warga Nantikan Langkah Pemkab Tanjabbar

Selasa, 26 April 2016 06:17:56 wib
Air Berwarna dan Bau (google.co.id)

JAMBIDAILY KESEHATAN-Bertahun-tahun sudah warga Tanjabbar mengharapkan pemenuhan kebutuhan air bersih.  Namun hingga kini belum juga dapat terealisasi.

Padahal kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan primer untuk berbagai keperluan kehidupan.  Dan air juga merupakan hal penting terhadap kesehatan masyarakat.

"Airnya berwarna dan berbau. Kalau seperti ini bagaimana bisa kita mau mengkomsumsinya.  Padahal setiap bulan warga harus bayar tagihan PDAM,"tutur Amir, salah satu warga Kuala Tungkal.

Dia berharap, melalui kepemimpinan Bupati Safrial, krisis air bersih di Tanjabbar segera teratasi.

Menanggapi itu, Direktur PDAM Tirta Pengabuan Kuala Tungkal, Ustayadi SH, mengatakan, Pemkab Tanjabbar telah mewacanakan membangun Instalasi Pengolahan air (IPA) yang bersumber dari air sungai pengabuan di daerah Teluk Pengkah.

"Kita berharap,  ini bisa terwujud dan solusi terakhir dalam mengatasi masalah krisis air bersih selama ini,"paparnya kepada jambidaily.com, Senin 25 April 2016.

Diakuinya, air PDAM yang disuplay ke masyarakat (pelanggan-red) saat ini kualitasnya airnya berwarna hitam juga bau.

" Padahal, Obat yang kita gunakan juga cukup tinggi agar air bisa digunakan dan kita akan belikan filter untuk mengolah air." Jelasnya.

Saat disinggung penggantian pipa air bersih dalam Kota Kuala Tungkal yang belum difungsikan?, mantan anggota DPRD Tanjabbar ini mengakui, pipa dalam kota memang belum semuanya difungsikan dan masih menggunakan pipa lama.

" Kita masih gunakan pipa lama dalam kota, sambil menunggu water meter dari DPU yang belum diserahkan ke pihak kita,"jelasnya.(jambidaily.com/RZA)

KOMENTAR DISQUS :

Top