Selasa, 12 November 2019 |
Hukum

BNNP Sebut Provinsi Jambi, Ke-4 Terbesar Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia

Kamis, 17 Oktober 2019 11:54:33 wib
JAMBIDAILY HUKUM - AKBP Abdul Razak SE, Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi, saat memberikan materi terkait bahaya narkoba bagi generasi muda bangsa Indonesia, di Grand Hotel kota Jambi, Kamis (17/10/2019), menyebut Provinsi Jambi peringkat ke-4 setelah DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur terhadap penyalahgunaan narkoba.

"Permasalahan narkoba beda dengan permasalahan yang lain seperti curanmor, pembunuhan dan lain-lain. Perbedaannya adalah narkoba merupakan permasalahan yang sangat luar biasa, selalu mencoba sugestinya selalu ingat dengan barang tersebut (narkoba-red)," Terangnya.

AKBP Razak juga mengajak pemuda untuk tidak menggunakan Narkoba karena manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain, dan orang-orang yang menggunakan narkoba tidak akan bisa bermanfaat untuk orang lain.

"Mereka yang menggunakan narkoba jangan dijauhi ataupun dikucilkan tetapi mari kita selamatkan agar bisa terlepas dari lingkaran setan dan bisa berperilaku aktif di lingkungan masyarakat sebagaimana biasanya," Lanjutnya.

AKBP Razak, menyampaikan bahwa jumlah penyalahgunaan narkoba di provinsi Jambi, tahun 2008 berjumlah 44.627 pengguna narkoba, tahun 2011 berjumlah 37.581, tahun 2014 berjumlah 47.064 pengguna narkoba, tahun 2015 berjumlah 43.287 dan tahun 2017 berjumlah 53.177 "dari jumlah penyalahgunaan narkoba tersebut. Provinsi Jambi peringkat ke-4 setelah DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur terhadap penyalahgunaan narkoba," Ungkapnya.

"Tidak ada satupun negara di dunia yang membolehkan narkoba, katakan tidak pada narkoba," Tegasnya.

(Arwin Saputra)

KOMENTAR DISQUS :

Top