Jumat, 13 Desember 2019 |
Peristiwa

Bupati Romi Undang Forkopimda dan Awak Media Coffee morning

Rabu, 17 Juli 2019 18:36:32 wib

JAMBIDAILY MUARA SABAK - Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), H. Romi Hariyanto mengundang unsur Forkopimda dan pers. Acara dikemas sebagai coffee morning. Meski berlangsung santai, isu yang mencuat dari masing - masing peserta cukup serius. Bupati Romi sendiri, saat mulai menyampaikan sambutannya, memberi beberapa informasi terkini.

Salah satu harapannya agar kebakaran hutan dan lahan tidak lagi terjadi. Pasalnya saat ini di Tanjabtim sedang memasuki musim kemarau. “Pak Kapolres, Pak Dandim, tolong dibantu agar sekecil apapun potensi karhutla ini bisa kita antisipasi secara efektif. Saya perintahkan juga OPD terkait untuk lebih responsif terkait hal ini,”kata Romi Rabu (17/7/2019).

Pada pertemuan yang berlangsung dua setengah jam itu, cukup banyak kritik, masukan dan saran dari setiap unsur Forkopimda dan unsur vertikal lainnya yang hadir.

Uniknya, setiap kritikan dan masukan tersebut direspon langsung oleh bupati. Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi menginformasikan masih adanya potensi kerawanan meski kecil. Terutama yang berkaitan dengan keamanan lingkungan dan sengketa lahan.

Kapolres mengingatkan rentannya pencurian chip alat berat yang saat ini sudah ada kejadian. Sedangkan dari Kejaksaan Negeri, Kasi Datun yang mewakili Kajari, memberi masukan agar pemkab mantap meaksanakan pembangunan bervisi kepentingan umum.

Salah satunya rencana pembangunan jembatan Nipah-Sadu. Dari BPN sendiri memberi saran agar penerbitan peta lahan bisa disatukan sehingga tidak lagi banyak unit kerja yang membuat peta. Meski sama, penyatuan penerbitan peta lahan itu bisa mempermudah bagi rujukan, sekaligus keterbukaan informasi publik.

Sementara Ketua Baznas Tanjabtim yang juga ketua MUI, KH As’ad Arsyad mengungkap bahwa ada sejumlah kasus kesehatan yang perlu ditangani segera.

Salah satunya masih ada sejumlah pasien penyakit kronis yang butuh penanganan segera. Sedangkan SKTM di Tanjabtim saat ini sudah tidak ada. As’ad juga menyarankan adanya miniatur masing - masing suku budaya warga Tanjabtim di Balai Adat.

Menjawab masukan dan saran itu, Romi langsung perintahkan Asisten I Sutjipto untuk segera memanggil para camat agar meningkatkan keamananan lingkungan.

Begitu pula soal pencurian elemen alat berat. Romi perintahkan Kadis PUPR Risdiyansyah yang juga hadir untuk segera mengingatkan para kontraktor yang sedang bekerja di wilayah Tanjabtim.

Mengenai adanya sejumlah pasien penyakit kronis yang butuh penanganan segera. Romi juga langsung perintahkan Erna, Kadis Kesehatan, untuk segera update data dan cari solusi. Bahkan Romi menyarankan agar segera koordinasi dengan Tanjabtim Peduli dan Baznas.

Selama ini, jelas Romi, Tanjabtim Peduli dan Baznas cukup berperan menangani sejumlah persoalan sosial seperti bencana alam dan pasien sakit kronis. “Coba dicarikan formula yang tepat dan tidak melanggar aturan, bagaimana supaya pemkab juga bisa bersinergi secara aktif dengan Tanjabtim Peduli dan Baznas terkait hal ini,”tegas bupati.

Tanjabtim Peduli adalah komunitas yang didirikan para wartawan di Tanjabtim. Coffee morning ini direncakanan menjadi agenda rutin tiga bulan sekali. Sekda Tanjabtim Sapril, menyampaikan bahwa acara seperti ini patut dibudayakan. “Meski santai, tapi sangat efektif. Contoh tadi, berbagai persoalan strategis justru muncul dan tersolusikan,” tutupnya.

 

Penulis : Hendri Rosta / Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top