Rabu, 23 Oktober 2019 |
Hukum

Casidy Divonis 2 Tahun Penjara, dengan Dakwaan Penggelapan di 'Perusahaan Sendiri'?

Rabu, 19 Juni 2019 20:52:26 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Casidy Tjuanda, General Manager (2002-2016) PT Bumi Jambi, perkara Pemalsuan dan Penggelapan dalam jabatan mendapatkan putusan sidang/Vonis, selama 2 Tahun penjara yang dibacakan oleh Edy Pramono, Rabu (19/06/2019).

Selaku General Manager yang menjabat dari tahun 2002 hingga 2016 di PT Bumi Jambi, Casidy seakan tidak diakui keberadaanya oleh Yusuf di perusahaan dengan dasar hasil Perdata, padahal selama 14 tahun perusahaan dijalankan oleh Casidy.

Disisi Casidy, pengajuan banding yang dilakukan oleh pihak tergugat karena keputusan Hakim tidak adil "Dari sisi kami, merasa keputusan ini sangat tidak adil, bahwa casidy dituduh memalsukan tanda tangan istrinya (Direktur), sementara istrinya menyerahkan seluruh urusan usaha kepada suaminya. Yang menikmati hasil dari usaha ini adalah istrinya juga," kata Kuasa Hukum dari Tergugat, Leo Irfan Purba.

Leo pun mengemukakan kekecewaanya di dalam pertimbangan hukum yang tidak ada satupun yang menguntungkan bahwa Elliawati yang menikmati keuntungan perusahaan tersebut.

"Yang jelas-jelas Dia (Elliawati) bilang di sidang perkara yang lain itu hasil dari keuntungan perusahaan untuk membeli Apartemen seharga 18 Miliar, bisa membeli kantor di Bohok sebeaar 12 Miliar, bisa membangun rumah Miliaran di Jambi. Tapi hari ini hakim bilang bahwa PT.Bumi Jambi dirugikan, kita juga bingung, hakim melihat faktanya dari mana ?," ujar Leo.

"Ingat baik-baik, yang di tipu mereka itu Pertamina. Pertamina yang rugi kalau ada pemalsuan, negara yang di rugikan ujung-ujungnya. Apakah dia siap sebagai Direktur ?. Dengan gampang menjawab bahwa sayakan tidak tahu, saya menyerahkan kepada suami saya. Tapi sementara dia menikmati, Pemalsuan ini dia tahu, dia yang suruh. Sekarang 2  karyawan jadi terdakwa, karyawan yang lain juga memalsukan kenapa tidak diadili, banyak karyawan yang lain tanda tangan, kok. Termasuk adik-adiknya juga tanda tangan sama dia, kita buktikan kok. Tetapi kenapa karyawan yang dua ini jadi terdakwa," lanjut Leo.

Di pengadilan Tinggi nanti, Leo berharap pada sidang banding, hakim melihat fakta yang ada. Terutama fakta bahwa Casidy melakukan atas suruhan istrinya.

"Ada kesepakatan disini, antara suami dan istri. Suami mengurus perusahaan dan istrinya mengurus anak di Singapura. Bagaimana kalau seorang Direktur yang tidak pernah masuk kantor sementara operasional tetap berjalan,? seharusnya tiap hari Direktur ada, terkait dokumen apapun dia harus di tanda tangan. Jangan hasilnya mau, tanda tangannya dipalsukan tapi laporan kan," pungkas Leo. 

Sebelumnya kepada jambidaily.com (Selasa, 21/05/2019), Casidy menceritakan ada kebohongan-kebohongan lainnya yang diungkap Elliawaty bahwa PT Bumi Jambi adalah pertama kali dibeli oleh Ibunya pada tahun 1987 "Mereka satu keluarga besar melakukan pembohongan, katanya perusahaan ini ibunya yang membeli tahun 1987 padahal perusahaan ini yang beli saya pada tahun 2002. Masih ada kwitansi jual beli juga masih ada saksi saat pembelian, saya saat BAP selalu minta diaudit karena akan tau mereka ambil uang saya dan pergunakan ke pihak siapa," Cerita Casidy.

"Menariknya saat ini pak Casidy sudah tidak bisa lagi masuk ke perusahaan bahkan ditulis didepan pagar bahwa Casidy dilarang masuk. Lalu perkembangan terbaru di tahun 2016 diganti dan dijadikanlah abang iparnya sebagai GM yang dulu adalah karyawan dia," Timbal Leo Mengakhiri pembicaraan

Perkara bermula, PT Bumi Jambi dalam posisinya Casidy sebagai General Manager (GM) dan Elliawaty sebagai Direktur. Proses perjalanan roda perusahaan tentu membutuhkan pembubuhan tanda tangan GM dan Direktur, sementara Elliawaty tidak aktif di perusahaan tersebut.

"Dari 2002 hingga 2016 Elliawaty tidak aktif di perusahaan, kalau dari keterangan dia percayakan semua kepada suaminya, sekarang dia menyatakan dirugikan kalau ditotal hampir 400 Miliar rupiah. Sementara dia bisa hidup bermewah-mewah di Singapura seperti Apartemen seharga 18 Miliar dan Kantor di Kebon Bohok 12 Miliar dibeli itu dari uang perusahaan ini. Kalau dia berbicara tanda tangan dipalsukan, pertanyaannya dia kemana,? dia direktur. Saat menang tender yang bertanda tangan, seperti kontrak, Invoice tagihan itu harus direktur, kalau direktur nya tidak ada, perusahaan harus jalan dan tender harus dikerjakan. Maka itu sejak tahun 2002 semua tanda tangan direktur itu dipalsukan saja, menjadi kebiasaan. Alasan Elliawaty tidak tau kalau itu dipalsukan," Papar Leo.

Sementara itu, Baik Casidy selaku tergugat maupun pihak penggugat mengajukan banding, karena tidak puas dengan putusan hakim yang memutuskan hanya dua tahun penjara.

"Kita banding lah, karena penuntutan jaksa 4 tahun tapi cuma di kasih 2 tahun, otomatis kita banding. Perusahaan kita punya, adik saya yang punya. Kita sudah buktikan dalam Pengadilan Perdata, Keputusan PN sudah memutuskan dia (Casidy) tidak ada kaitan dengan perusahaan. Kemudian dia banding di PT, sudah menguatkan Putusan PN memang dalam akta tidak ada tercantum," General Manager (GM) PT Bumi Jambi, Yusuf.

Yusuf pun mengatakan permasalahan di dalam perkara ini iyalah uang perusahaan yang di transfer sesuai sistem Pertamina harus ke rekening penampungan, setelah itu baru dimasukan ke rekening Perusahaan, "Tetapi selang 1-2 hari ke rekening pribadi terdakwa. Silahkan berdalih untuk bayar gaji atau yang lain- lain. Sekarang keluarkan saja rekening koran anda, akan selesaikan," Kilah Yusuf.

Dalam perkara ini, Yusuf yang juga selaku Kakak dari Elliawati (Direktur) meyakini uang perusahaan di gelapkan oleh Casidy (Suami Elliawati) bersama dengan MI dan Lina (perkara di sidang terpisah) sebanyak 80 sampai 100 Miliar sesuai laporan rekening koran. 

"Yang perusahaan itu di gelapkan sama mereka bertiga Casidy, MI sama Lina. Laporan sesuai rekening koran di perkirakan antara 80 sampai 100 miliar," ujar Yusuf.

 


(Hendry Noesae)

 

 

 


Berita Terkait:
Casidy Dituduh Gelapkan 400 Miliar, Proses Hukum Diduga ada 'Main Mata' Aparat

KOMENTAR DISQUS :

Top