Kamis, 18 Juli 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Debi Ceper Pemuda Asal Jambi Pernah Jadi Tukang Parkir Kini Menuju Dunia Film

Minggu, 30 Juni 2019 17:51:14 wib
Debi Ceper/Foto: Ist

JAMBIDAILY FILM, Pendidikan - Anak muda asal Jambi ini merupakan satu diantara banyak anak muda kreatif yang terjun di dunia Akting, energik dan memiliki semangat juang baja untuk berbuat lebih baik serta menggali ilmu lebih dalam lagi, ingin mengharumkan tidak hanya nama pribadi, namun keluarga dan tempat kelahirannya di kancah perfilman nasional.

Dia adalah Debi Eka Saputra, Putra kelahiran Jambi baru menginjak usia 22 tahun yang biasa disapa Debi Ceper, salah satu pemeran film bergenre edukasi 'Sampai Jugalah Kami Di Bulan' yang baru saja rampung pengambilan gambar dan tayang di bioskop serta seluruh sekolahan se-kota Jambi.

Saat berbincang-bincang ringan bersama jambidaily.com (Minggu, 30/06/2019) Debi sedikit membocorkan kisah 'Sampai Jugalah Kami Di Bulan'

"Kisahnya film itu, anak anak jalanan yang ingin bersekolah tapi dinaungi oleh preman-preman yang jahat, yang nyuruh anak-anak jalanan itu nyopet dan ngamen. Sering berjalannya waktu dengan penuh problema preman-preman tersebut hatinya luluh lantas pada akhirnya anak-anak jalanan itu sekolah. Film ini ada juga aktris dari Jakarta, yaitu Elsya Syarif dan Hafil Andrio," Ujar Debi, yang belum ingin menyebutkan tanggal tayang film tersebut.

Dalam film berdurasi 30 menit 'Sampai Jugalah Kami Di Bulan' Debi berperan sebagai preman, mungkin bukanlah suatu kebetulan tokoh yang didapatnya karena perjalanan hidup penuh liku dan panjang seorang Debi ceper, anak pertama dari dua bersaudara, putra pasangan Untung Wahyudi dan Annisa Sunaritik tersebut.

"Dulu saya pernah jadi tukang parkir sekira 1 tahun di kawasan jodoh kota Batam, disana pengalaman berkesan dan tidak terlupakan adalah pernah di kejar preman untuk merebut lahan parkir," Cerita Debi.

Debi, bersekolah dari pendidikan dasar hingga menengah berada di Jambi, yaitu SD Negeri 150 Kota Jambi, SMP Negeri 7 Kabupaten Muaro Jambi dan MAN Al Iklash kota Jambi. Setelah itu Debi lebih memilih merantau ke luar dari kota kelahirannya, untuk mencari pengalaman baru baik pengetahuan maupun untuk menopang perekonomiannya agar tidak hanya bertumpu pada orang tua.

Rupanya tidak hanya kota Batam, Ibukota juga menjadi tujuan Debi untuk menapakkan kakinya, sempat berprofesi sebagai office boy di salah satu Coffe shop Jakarta. 

"Usia 18 tahun saya di kota Batam, sekira satu tahun lamanya terus pindah ke Jakarta karena saya tidak lagi berani untuk jaga parkir setelah di kejar oleh preman. Di Jakarta selama 2 tahun sebagai Office Boy suatu Coffe Shop, sembari ikut latihan akting. Sempat pulang ke Jambi terus ke Jakarta lagi dan sampai dapat tawaran main film di Jambi tapi nanti mau ke Jakarta lagi untuk sekolah akting dan harus menjadi kebanggan Jambi di dunia perfilman," Bebernya (Minggu, 30/06/2019).

Sosok ramah dan mudah bergaul ini, tergambar dalam keseharian Debi saat bersama rekan-rekannya, hal itu juga turut dirasakan jambidaily.com selama mengenal Debi yang tidak jarang membuat suasana menjadi lebih ceria dan penuh canda.

"Harapan kedepannya semoga film Jambi lebih maju lebih mengedukasi dan jangan mati suri seperti sekarang dan harapan pribadi kedepannya agar menjadi pribadi yang lebih memotivasi dan selalu memberikan hal positif kepada orang lain," Harap Debi, tersenyum.

Motivasi Debi ingin Jambi mendapat perhitungan dalam perfilman nasional, dibuktikan dengan cara terus memupuk pengetahuan dan ilmu aktingnya.

"Tahun ini saya mau bergabung di sekolah akting ternama di Jakarta," Pungkas aktor muda yang saat ini sedang mentrendingkan tanda pagar #nakgilolah.

 

 


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top