Selasa, 18 Juni 2019 |
Suaro Wargo

Dedi Saputra: Makna Hari Pancasila, Generasi Muda Jangan Lupa Pakai Jas Merah

Sabtu, 01 Juni 2019 21:47:17 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Hari ini kita memperingati hari lahirnya Pancasila, 1 juni 1945 merupakan tonggak sejarah yang tidak bisa kita lupakan apalagi kita hapuskan dalam benak kita sebagai warga negara Indonesia. Pidato bung Karno pada 1 juni 1945 tanpa tertulis tersebut, ternyata melahirkan sebuah gagasan dan konsep kenegaraan yang bisa diterima semua kalangan secara aklamasi pada saat itu. pada akhirnya pidato yang diungkapkan bung karno menjadi sebuah dasar negara yang disebut PANCASILA, disepakati dan ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara bangsa Indonesia.

Jas merah (Jangan sekali kali melupakan sejarah) kata-kata ini pernah diungkapkan bung karno dalam pidatonya saat memperingati HUT kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1966. Kata-kata ini mempunyai sejuta makna bagi seluruh generasi bangsa Indonesia, Sejarah merupakan spion bagi generasi muda untuk mengendarai Kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hari ini kita telah berada disebuah peradaban dimana perubahan begitu cepat seperti perubahan siang dan malam, bagi generasi muda yang terlalu pulas dalam tidurnya, maka sinar matahari akan mengejutkan pandanganya, begitupun sebaliknya. Hari ini generasi muda mengalami distorsi nilai sejarah yang luar biasa, perubahan gaya hidup dan cara berpikir yang tidak diimbangi dengan nilai-nilai moralitas kebangsaan dan pemahaman budaya kearifan lokal yang kurang matang, membuat generasi muda terjebak dalam lingkaran budaya global yang bertentangan dengan budaya lokal dan nilai kebangsaan Indonesia.

Sebagai generasi bangsa, hendaknya mampu menangkap dan memahami apa yang menjadi amanah dan pesan para pendiri bangsa (Founding Fathers), pidato bung karno 1 juni 1945, memberikan pesan yang sangat mendalam kepada kita sebagai generasi muda, bahwa gagasan dan pikiran yang kita curahkan hendaknya melahirkan nilai dan dasar yang mampu membawa perubahan besar dimasa depan. Gagasan dan pikiran yang diperjuangkan hendaknya bukan untuk memperjuangkan kepentingan pribadi maupun golongan. Bung Karno dan Pejuang lainya tidak pernah berpikir dan bertindak untuk kemakmuran dan kejayaan dimasanya, namun perjuangan, pikiran dan gagasan yang diperjuangkan  untuk melahirkan kejayaan dimasa depan bangsa Indonesia.

Liku-liku perjuangan, perdebatan yang menghabiskan waktu yang cukup panjang, saling tunjuk dan saling tuding adalah gambaran suasana perdebatan para pejuang dimasa lampau, mereka berbeda suku, berbeda agama, berbeda pandangan, bahkan berbeda ideologi tentang kebangsaan, mereka berkumpul, berdiskusi, berdebat sampai menemukan titik terang tentang arah dan tujuan bangsa Indonesia kedepan. Namun pada akhirnya perbedaan itu justru melahirkan sebuah kekuatan dan perbedaan tersebut melahirkan sebuah gagasan yang menjadi dasar negara yang kita pegang hingga sekarang dan akan datang.

Mereka mengajarkan kita tentang arti sebuah perbedaan, perbedaan pikiran dan gagasan adalah kekayaaan intelektual yang harus diperluaskan untuk melahirkan sebuah perubahan. Hari ini kita masih merasakan perbedaan pandangan, gagasan, bahkan memberikan kritikan dianggap sebagai musuh yang menjatuhkan. kapan kita menjadi generasi yang dewasa dan mapan dalam memamahi arti sebuah perbedaan, arti tentang kritikan, jika dalam pikiran dan diri kita sebagai generasi pengisi demokrasi masih tersimpan pemahanan yang belum matang tentang sebuah perbedaan dan kritikan.

Marilah kita sebagai anak bangsa, generasi muda mempertajam wawasan kebangsaan, memperdalam nilai sejarah dimasa lampau agar kita menjadi anak bangsa yang mantap dan mapan dalam mengisi demokrasi negeri ini. Salurkan kritikan yang membangun demi kemajuan dimasa depan, jika anak bangsa berpangku tangan, berdiam diri asik main games yang menghabiskan waktu yang berjam jam, maka siapa yang akan menjamin bangsa ini akan kokoh dari serangan dan ancaman dari bangsa luar.

Sekali lagi, Bung Karno Mengajarkan tentang betapa kuat dan dahnsyatnya sebuah gagasan dan konsep yang dibangun dari sebuah pikiran yang jernih dan matang, untuk membangun sebuah peradaban dimasa depan. Bung Karno dan generasinya juga mengajarkan tentang arti sebuah perbedaan, Perbedaan itu adalah sumber daya kekuatan, perbedaan itu adalah warna pikiran, perbedaan itu adalah sapu lidi dalam persatuan dan perbedaan itu adalah kamu dan aku menjadi sebuah kata KITA.

Mari kita jaga Pancasila sebagai warisan besar lelulur bangsa, Mari kita pertahankan Demokrasi yang kita kehendaki sendiri. Saatnya berpikir dan bertindak untuk kedepan, singkirkan perbedaan yang menghabatkan kemajuan bangsa dimasa datang.

Selamat Mamahami hari Pancasila
Selamat Menjalani Butir-butir Pancasila
Ingat JAS MERAH...MASA DEPAN ADA DITANGAN GENERASI MUDA

 


Ditulis Oleh: Dedi Saputra, S.Sos (Wartawan Muda)

KOMENTAR DISQUS :

Top