Kamis, 21 November 2019 |
Jurnal Publik

Devisa dan Tumbuh Bersama Lingkungan Sekitar di Industri Hulu Migas

Senin, 09 November 2015 07:40:15 wib
Peserta Media Field Trip melihat Stasiun Pengumpul Utama Pertamina EP Asset 1 Jambi, Kenali Asam

Ditulis oleh : Hery FR (*)

JAMBIAILY JURNALPUBLIK-PENUH SEMANGAT dan disiplin, itulah kesan pertama kita ketika bertemu mereka yang bekerja di kawasan industri hulu migas.

Dan tak heran kita akan mengikuti berbagai prosedur keamanan, mulai dari menggunakan kostum khusus hingga pemaparan keselamatan bila terjadi musibah kebakaran.

Mungkin itulah gambaran sekilas tentang perjuangan para pekerja yang telah berjasa pada bidang industri hulu migas, mulai dari kegiatan pencarian sumber minyak melalui survey seismik, menguji dan mencari minyak (ekploitasi), pengambilan minyak (ekploitasi) hingga produksi dan mendistribusikan hingga ke titik serah di kilang, yang pada akhirnya menjadi perhitungan minyak mentah terjual (lifting), sebagai cikal bakal sumber devisa yang akan mengalir ke kas negara dan daerah.

Seperti tugas yang diemban Sugito dan tujuh orang timnya, harus menjaga Stasiun Pengumpul Utama (SPU) selama 24 jam dengan sistem dua shift.  Melalui SPU ini nantinya hasil produksi dari Pertamina EP Assets 1 Field Jambi dikumpulkan dan didistribusikan ke sentral fascilty, diteruskan ke tempino.  Dari tempino terus didistribusikan melalui pipa ke kilang Plaju sepanjang 460 kilometer.

"Kami harus memastikan panas minyak mentah sesuai standar agar distribusinya lancar,"jelas pria parubaya ini, kepada penulis dan awak media, saat mengikuti Media Field Trip,  SKK Migas Sumbagsel, Forum Jurnalis Migas, KKKS Wilayah Jambi, Senin (02/11) lalu, di Pertamina  EP Asset 1 Kenali Asam Kota Jambi.

Dijelaskannya, SPU ini menampung dan mendistribusikan 3 ribu barrel per hari, dari distribusi produksi yang telah dikumpulkan di Stasiun pengumpul lokasi produksi Kenali Asam, Sei Gelam dan Ketaling.

"Selama bertugas di SPU, kita harus mengikuti standar keamanan dengan disiplin, karena kelalaian sedikit saja, resikonya sangat besar,"jelasnya.

Itulah mungkin sedikit gambaran, bagaiman peran, suka dan duka industri hulu migas dalam mengemban amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 1 hingga 5, yang pelaksanaannya diatur tersendiri dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi.

Namun semangat, tetesan peluh, dan selalu dibayangi suasana kehati-hatian para pekerja hulu migas itu jua, pada akhirnya memberi manfaat tak sia-sia untuk menafkahi keluarga, lingkungan sekitar dan pada akhirnya memberi andil besar terhadap belanja negara.

Sementara itu, Humas Pertamina EP Field Jambi, Arina Hidayatul Chasanah, memaparkan, Pertamina sebagai salah satu pelaku industri hulu migas memiliki komitmen sebagai perusahaan yang "Tumbuh bersama Lingkungan Sekitar.”

Untuk itulah, melalui kegiatan CSRnya Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, telah melakukan berbagai kegiatan dan berkontribusi positip pada lingkungan sekitar, baik bidang pelestarian lingkungan, kesehatan, perekonomian dan berbagai  kegiatan sosial lainnya.

Dicontohkannya, salah satu kegiatan CSR program penghijauan dan biopori, pihaknya bekerjasama dengan Pemkot Jambi, telah melakukan kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon dengan menggunakan bibit    tanaman    produktif/tanaman    buah.    

"Penghijauan Tahun 2015,  sebanyak 5000 pohon ditanam di Hutan Kota bekerjasama  dengan  Dinas  Pertanian,  Peternakan,  Perkebunan  dan Kehutanan Kota Jambi,"papar Arina.

"Namun besaran dana dan kegiatan CSR juga disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.  Ini juga berkaitan erat dengan profit  perusahaan setiap tahunnya,"jelasnya.

Tak hanya Pertamina EP Asset 1 Field Jambi Kenali Asam saja melakukan perhatian terhadap lingkungan sekitarnya.

Dalam satu kesempatan, sebagai perwakilan FJM, penulis mencoba menggali dan mendatangi Desa Talang Belido  dan menemui beberapa  warga sekitar TAC Pertamina-EMP Gelam.

Sejumlah warga binaan CSR SKK Migas- SKK Migas -  EMP Gelam, menyatakan senang dengan kegiatan CSR dan perhatian industri hulu migas terhadap lingkungan, kesehatan dan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami sangat berterima kasih sekali dengan program Toga dan PMT Posyandu dari SKK Migas -  EMP Gelam.  Membuat para orangtua semangat mendatangi posyandu,”ungkap Daryati (38), warga yang ditemui di Posyandu Sugeng Atmojo, Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi.

Dia berharap, program ini nantinya akan terus berkesinambungan dan memberi manfaat bagi warga yang memiliki balita untuk melakukan penimbangan bayi, imunisasi, penyuluhan dan pemberian makanan tambahan.

“Pemberian makanan tambahan ini menjadi daya tarik ibu-ibu untuk membawa anaknya,” ujar ibu dua anak ini.

Sementara itu, Koordinator Promkes Puskesmas Kebon IX, Desy Kurnia AmKg, menyambut baik kegiatan CSR SKK Migas-EMP Gelam dalam bidang kesehatan melalui kerja sama pengembangan Toga dan PMT di posyandu yang telah berjalan sejak 2013 itu sangat membantu pihaknya dan  warga sekitar Lokasi kegiatan EMP Gelam.

“Dari kerja sama dengan EMP Gelam, puskesmas kita juga di-support beberapa perusahaan yang  peduli dengan kesehatan masyarakat, dan mengantar puskesmas kita merebut beberapa penghargaan,” ujar wanita ramah ini sambil memperlihatkan beberapa tropi.

Dia berharap kerjasama ini akan terus berjalan dengan baik dan dapat memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari EMP Gelam, kegiatan pengembangan Toga bersama masyarakat,  telah dikembangkan 15 Toga pada 15 titik lokasi yang tersebar di empat desa kawasan ring 1, yakni Desa Kebon IX (5 lokasi), desa Sungai Gelam (4 lokasi), desa Talang Kerinci (3 Lokasi) dan 3 lokasi di  desa Talang Belido.  Masing-masing lokasi memiliki 22 jenis Toga.

Kemudian, Program Lingkungan meliputi (1) Pelatihan Pembuatan Kompos Organik (Kelompok Tani Sayuran), (2)Inisiasi Bank Sampah (kerja sama dengan Bank Sampah Barokah Bersama), (3)  Penghijauan (kerja sama dengan kecamatan), dan (4) Rehab MCK untuk warga.

Mungkin saatnya, semua stakeholder yang ada, terus mendorong tumbuhnya usaha industri hulu migas yang  produktif dan sehat serta terus memiliki komitmen sebagaimana yang diwakili pertamina, “Tumbuh Bersama Lingkungan Sekitar”jambidaily.com/*)

(*) Penulis adalah anggota Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi.

 

KOMENTAR DISQUS :

Top