Minggu, 22 September 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Di Ruang 'Goes To Campus' PWI Pokja Kota Jambi, Lexy Beberkan Peran Kejati Tangkal Bahaya Medsos

Selasa, 19 Februari 2019 16:19:55 wib
Lexy Fatharany Kurniawan SH MH, saat memaparkan materi/Foto: Dok. PWI Pokja Kota Jambi

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Lexy Fatharany Kurniawan SH MH, Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi saat menjadi narasumber 'Goes to Campus' Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Kota Jambi (Selasa, 19/02/2019) di STISIP NH beberkan peran aktifnya menangkal bahaya media sosial bagi kalangan milenial.

"Apa yang dilakukan kejaksaan dalam menangkal bahaya medsos,? adalah paling tidak mencegah selain bertugas menuntut seseorang yang melakukan kejahatan, perbuatan pidana ke pengadilan dan mengeksekusi keputusan pengadilan tersebut untuk di lapas/penjara. Disini kita mengkaji ada perbuatan maka ada akibatnya," Ungkap Jaksa Muda jebolan Universitas Airlangga Surabaya ini menjawab pertanyaan peserta.

Kepada peserta seminar, Lexy paparkan akibat dari Medsos baik itu dampak positif maupun negatif terhadap penggunanya.

"Secara positif bisa bertemu teman lama, berbagi informasi, menghindari stres, menyalurkan hobi menulis dan sarana promosi. Lalu dampak negatif terjadinya A-Sosial yaitu tidak peduli dan kurang sosialisasi terhadap lingkungan; menimbulkan penyakit, berkurangnya waktu belajar, keluarga, beribadah; mudah menemukan hal pornografi; rawan salah paham dan mudah tertipu. Lantas apa peran jaksa dalam mencegah kejahatan,? ialah mengajak berbuat positif dan melakukan penerangan hukum," Jelas pria kelahiran kota Malang, tersebut.

Lexy dalam penjelasannya bahwa peran aktif tersebut terus dilakukan oleh Kejati Jambi baik melalui media massa maupun datang langsung bertatap muka seperti seminar-seminar kepada pelajar.

"Kami itu ada program Jaksa Menyapa yang disampaikan melalui siaran Radio, kemudian Jaksa Masuk Sekolah menyasar pelajar ditingkatan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, termasuk kegiatan hari ini Goes to Campus. Sesungguhnya kami ingin membuka diri, menunjukkan bahwa kami bukan lembaga yang eksklusif, bukan yang seperti teman-teman pikirkan, atau sesuatu paradoks. Kami sebetulnya tidak seperti itu kami membuka diri, Itulah yang mendorong saya untuk terus aktif ke masyarakat," Urai Lexy.

Hadir selaku narasumber selain Lexy Fatharany, yaitu Hery FR Sekretaris PWI Provinsi Jambi, Bussyafrizal Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Jambi, Wenny Reverewaty dan Yusnaini Rani dosen ilmu komunikasi STISIP NH.

"Kita harus bisa membedakan dan memperhatikan setiap informasi yang beredar di Medsos dengan cara kroscek, karena jika dari media yang berbadan hukum dan sesuai aturan tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Jika merujuk pada PWI, kami setiap wartawan yang akan bergabung itu benar-benar dilihat dan diperiksa valid atau tidaknya data. Tidak hanya wartawannya namun asal medianya apakah benar-benar sesuai ketentuan, ada tahapan dan proses," Tutut Bussyafrizal.

Sementara itu, Hery FR dalam kesempatan ini memberikan tips ringan kepada peserta seminar agar tidak mudah mempercayai berita atau informasi yang terlihat di media sosial.

"Jika kita melihat ada berita di medsos, kita kroscek saja sumbernya dan bisa juga lihat media-media mainstream, ada atau tidak pemberitaan tersebut. Nah, andaikan tidak ada,? maka dapat dipastikan itu adalah berita bohong atau palsu," Imbuh Hery FR.

 

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top