Jumat, 24 Mei 2019 |
Peristiwa

Dianggap Melanggar Hukum, PMII Tolak Kedatangan Rocky Gerung ke Jambi

Senin, 11 Maret 2019 19:31:45 wib

JAMBIDAILY PERISTIWA - Diangap melanggar hukum, Kedatangan Rocky Gerung (Selasa, 12/03/2019) ditolak Puluhan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi. Rencananya hadir dalam kegiatan diskusi publik dan seminar nasional di Gedung Grand Kemas, Telanaipura kota Jambi.

Dalam orasi PMII tersebut mengatakan Rocky Gerung dikenal salah satu pengamat politik yang sering mengeluarkan pendapat kontroversial sehingga menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Rocky Gerung merupakan orang yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum, dengan mengucapkan penistaaan terhadap kitab suci, dia mengatakan bahwa kitab suci itu fiksi," Terang Hengki Tornado selaku koordinator Aksi PMII. (Senin, 11/03/2019).

Hengki menyebut tidak terbantahkan lagi bahwa ucapan Rocky Gerung sudah menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat umum.

"Ya benar Rocky sudah menimbulkan kegaduhan masyarakat khususnya Indonesia jadi Rocky Gerung jangan ke Jambi," Tegasnya.

Sejalan dengan pernyataan Hengki, Ketua umum PKC PMII provinsi Jambi Ramazani Novanda mengatakan agenda tersebut ditolak oleh PMII.

“Menolak kedatangan Rocky Gerung ke Jambi, karena kami menilai bahwa agenda ini tidak lain dan tidak bukan salah satu agenda politik, yang seolah-olah di kemas dengan kegiatan seminar. Kami berkeyakinan dengan kata-kata Rocky Gerung nantinya menimbulkan gejolak di tengah masyarakat Jambi yang dikenal dengan masyarakat tentram, contohnya saja dia mengatakan bahwa kitab suci itu adalah fiksi, secara tidak langsung telah membuat kata-kata yang keresahan di tengah masyarakat," Tutur Ramazani.

Lebih lanjut, Ramazani Novanda mengatakan sesuai dengan pasal 156 dan Pasal 156a KUHP Barang siapa yang melakukan kegiatan yang menimbulkan permusuhan, menyebar berita ‘hoax’ dan fitnah maka akan di hukum paling lama 5 tahun penjara

"Maka dari itu kami minta kepolisian untuk segera mengadili Rocky Gerung, jangan sampai seorang yang melanggar hukum berkeliaran seenaknya," Tutupnya.

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top