Senin, 19 Agustus 2019 |
Hukum

Diduga 'Kaleng-Kaleng' Proyek APBN Jembatan Gantung di Tanjabtim Mulai Dibidik

Jumat, 22 Maret 2019 14:51:21 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Diduga 'Kaleng-Kaleng' alias Asal Jadi, Proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2018, satuan kerja Kementerian PUPR RI Dirjen Bina Marga mulai dibidik oleh Tipikor Polres Tanjabtim.

Kapolres Tanjabtim, AKBP. Agus Desri Sandi, S. IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. Indar Wahyu DS. S.IK mengatakan, terkait proyek tersebut pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan untuk mendalami adanya dugaan penyimpangan pada pekerjaan tersebut.

"Kami pelajari dulu, saat ini masih proses pemeriksaan administrasinya,"kata Indar melalui balasan pesan singkat yang dikirim jambidaily.com pada Jumat (22/3/2019).

Ia menuturkan, pihaknya beberapa waktu lalu juga sudah turun ke lokasi proyek untuk kroscek progres pekerjaan jambatan gantung di Desa Kuala Simbur. Hasil dilapangan, pekerjaan yang seharusnya sudah rampung pada 2018 lalu sampai saat ini progresnya ternyata belum 100 persen.

"Kalau dilihat dari konstruksinya, sepertinya memang berbahaya untuk keselamatan masyarakat selaku pengguna jembatan tersebut nantinya, tapi kami pemeriksa dulu dan pihak yang terkait dalam waktu dekat ini kita panggil dulu untuk kita mintai keterangan,"sebutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dilapangan, proyek jembatan gantung yang dibangun sebagai sarana penghubung di Desa Kuala Simbur diduga sarat penyimpangan pasalnya, selain progresnya tidak selesai pada waktu yang telah ditentukan, balok tiang penyangga dan penahan lantai jembatan dengan ketinggian kurang lebih 3 meter tidak memakai balok pinggang sehingga, mengalami keretakan mematah, bahkan terlihat bengkok.

Kades Kuala Simbur, Zuhaifa menuturkan proyek jembatan gantung sempat mengalami penurunan pada bagian aboutmennya, sehingga lantainya ikut tertarik dan memgakibatkan tiang balok mengalami kebengkokan serta menimbulkan keretakan.

"Pada bagian aboutmennya dikasih tiang pancang, namun terjadi penurunan pada aboutmennya sehingga, lantai jembatan pun ikut tertarik. Makanya tiang balok cor ini mengalami bengkok dan bahkan retak lihat bagian beton lonengnya pun sudah retak-retak, "beber Zuhaifa.

Ia menyebutkan, selama dalam pengerjaan proyek tersebut dirinya tidak pernah melihat adanya papan informasi yang dipasang oleh pihak rekanan.

"Berapa nilai anggarannya saya tidak tahu karena memang tidak ada papan merk pekerjaannya. Tapi setahu saya bangunan itu dianggarkan melalui APBN Kementerian PUPR RI Dirjen Bina Marga, itu berdasarkan informasi pengawas dilapangan,"tukasnya.

 

Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top