Selasa, 12 November 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Diknas Tanjabtim Bantah Dana Sertifikasi Guru Dipotong Sepihak

Selasa, 02 Januari 2018 19:03:08 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), membantah kabar mengenai adanya pemotongan sepihak dana tunjangan sertifikasi guru.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Ferry Marjoni mengatakan, Dinas tidak ada melakukan pemotongan dana tunjangan serfikasi guru secara sepihak. Dikatakanya, tidak dibayarnya tunjangan sertifikasi secara penuh dikarenakan ketidak hadiran guru itu sendiri.

Sebab, dalam pembayaran tunjangan sertifikasi itu langsung ditransfer ke rekening pribadi guru dan untuk pembayaran langsung dilakukan oleh pihak Bank. "Sementara dinas sendiri dalam hal ini hanya menyerahkan berkas data guru bersertifikasi, jadi tidak ada dinas motong. Apalagi yang dikatakan di potong secara sepihak," kata Ferry. 

Dikatakannya, tidak dibayarkan tunjangan sertifikasi dikarenakan guru yang bersangkutan tidak cukup jam mengajar. Apalagi jelas dalam aturan jika guru bersangkutan tidak hadir sudah dipastikan tidak akan di bayarkan tunjangan sertifikasinya. 
"Jangankan tidak hadir, cuti saja tunjungan tidak dibayarkan," jelasnya.

Diterangkannya, salah satu aturan pembayaran tunjangan sertifikasi juga sudah dijelaskan guru sertifikasi harus mengajar tatap muka selama 24 jam. Jika kurang maka tidak akan di bayarkan."Kurang tidak dibayarkan ini adalah syarat mutlaknya agar sertifikasi di bayarkan," terangya.

Jadi lanjutnya, jika guru menyatakan ada pemotongan sepihak oleh dinas, 
itu sama sekali tidak benar. Karena jelas dalam waktu 10 hari berturut- turut tidak masuk, makan selama satu bulan tunjangan sertifikasi tidak dibayarkan."Padahal dinas sudah diberitahu kepada para guru jika memang belum tau silahkan koordinasi. Jangan bilang dinas yang motong tunjangan sertifikasi itu," tegasnya.

Sebelumnya, salah seorang Guru SD di Kecamatan Dendang yang enggan namanya disebutkan, membeberkan tunjangan sertifikasi guru dipotong sepihak oleh Diknas Tanjabtim.

Pemotongan terjadi karena guru tersebut sakit dan tidak masuk kerja selama 12 hari. Ketidak hadirannya untuk menjalankan tugas tersebut, sudah disertakan dengan surat keterangan sakit. "Mereka tidak memberikan penjelasan lain kepada kami kenapa sampai tunjangan sertifikasi itu dipotong. Kalau memang potongan itu ada dasarnya, seharusnya pihak mereka mampu menjelaskan," beber guru yang enggan namanya disebutkan.

Hal serupa juga terjadi di daerah Lagan. Seorang guru SD di wilayah tersebut mengatakan, bahwa potongan terhadap tunjangan sertifikasinya terjadi di bulan Agustus. (Hendri)

KOMENTAR DISQUS :

Top