Minggu, 17 November 2019 |
Pendidikan & Teknologi

"Dilapori" Pelajar Sejumlah Persoalan di SMK 9 Muaro Jambi, Zola Perintahkan "Timsus"

Selasa, 10 Januari 2017 10:36:54 wib
Gubernur Jambi H Zumi Zola memberi keterangan pers usai menerima para siswa SMKN 9 Muaro Jambi

JAMBIDAILY PENDIDIKAN-Sejumlah pelajar SMK Negeri 9 Kabupaten Muaro Jambi melaporkan beberapa permasalahan dalam proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Dalam laporannya saat bertemu Gubernur Jambi, mencuat adanya pungutan dari komite, transparansi penggunaan dana BOS, permintaan agar kepala sekolah diganti, adanya oknum guru yang melakukan tindakan fisik kepada anak didik.

Saya mendengar aspirasi dari anak-anak kita dari SMK Negeri 9 Muaro Jambi. Ada keluhan tentang adanya pungutan-pungutan, ada dana komite, pungutan uang pembangunan, uang magang. Kita tampung, walaupun ini terbelah menjadi dua, ada yang kubu mempermasalahkan tetapi ada juga kubu yang mendukung, tidak keberatan dan memahami itu semua. Semuanya kita hargai, kita tampung.

“Saya akan mengirimkan Dinas Pendidikan dan Inspektorat (Tim Khusus-red) untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah, guru dan keuangan sekolah, termasuk menelusuri kebenaran informasi (aduan) yang disampaikan oleh siswa siswi. Tim akan menilai seobyektif mungkin sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tim diturunkan Selasa, 10 Januari 2017. Saya minta dalam 3 hari sudah ada kesimpulan dari tim,”tegas  Zola.

Kalau memang ada uang dipungut dari murid, harus jelas disampaikan peruntukannya untuk apa, ada penjelasannya sehingga siswa siswi tidak bertanya-tanya. Jangan sampai nanti di sekolah itu terpecah, ada 2 kubu seperti ini berarti ada pro dan kontra.

Mungkin ada informasi yang tidak tersampaikan secara utuh kepada anak-anak ini, padahal anak-anak ini ingin belajar dengan baik, ingin mendapatkan yang terbaik dari sekolahnya. Dalam 3 hari, harus ada keputusannya seperti apa,” jelas Zola kepada awak media, usai menerima para siswa siswi dan guru SMK N 9 Kabupaten Muaro Jambi di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Senin (09/01/207) siang.

Terkait adanya permintaan dari sebagian siswa siswi agar guru honorer ditiadakan, Zola menjelaskan, pertimbangan diterimanya guru honorer adalah karena kurangnya guru yang PNS (Pegawai Negeri Sipil), jadi untuk mengisi kekurangan guru, namun tentunya jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, tidak boleh berlebihan, karena kalau jumlahnya berlebih, maka nantinya akan jadi beban bagi sekolah yang bersangkutan.

Menanggapi kurangnya sarana prasarana sekolah, Zola menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan berusaha mebenahi sarana prasarana SMA dan SMK se Provinsi Jambi, namun secara bertahap, sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintah Provinsi Jambi, dan sesuai dengan skala prioritas.

Terkait aduan adanya tindakan fisik dari guru kepada anak didik, Zola menyatakan bahwa tindakan fisik tidak diperbolehkan, dan akan menindak tegas oknum guru manakala ada bukti yang jelas. Zola berharap supaya sekolah tersebut damai, dan proses pembelajaran berlangsung normal.

Turut mendampingi Gubernur Jambi saat pertemuan dengan para siswa tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, H.Erwan Malik dan Asisten III, H.Tagor Mulia Nasution.(*)


Penulis     : Mustar Hutapea (HMS)
Foto        :  A Roni
Editor      :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top