Jumat, 24 Mei 2019 |
Wisata & Budaya

Diundang Parade Teater Daerah, Teater AiR Jambi Siap Guncang TMII Jakarta

Senin, 04 Maret 2019 11:51:22 wib
Ketua Teater AiR, Titas Suwanda/Foto: ist

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Teater Art in Revolt (AiR) Jambi mendapat undangan dari Yayasan Harapan Kita, Badan Pengelola dan Pengembangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta untuk hadir menjadi peserta Parade Teater Daerah yang akan diselenggarakan pada 21 s.d 22 Juni 2019 mendatang.

Ketua Teater AiR, Titas Suwanda dalam hal undangan tersebut (Senin, 04/03/2019) nyatakan siap mengikuti Parade Teater Daerah dan akan mempersiapkan secara maksimal. 

"Pada intinya kami siap dan Insya Allah hadir nanti di kegiatan itu, untuk materi kami sudah memilikinya tinggal pematangan karya serta mempersiapkan segala sesuatunya agar benar-benar maksimal dengan harapan juga mendapatkan hasil yang maksimal nantinya," Ujar Titas.

Titas belum menjelaskan judul karya yang akan diboyongnya ke Ibukota namun dukungan dari semua pihak sangatlah berarti bagi persiapan hingga hadirnya pada kegiatan bertaraf nasional tersebut.

"Untuk materi biar kejutan saja, biasanya kami akan lakukan uji pentas di Jambi sebelum keberangkatan. Terkait dukungan, tentunya kami butuh dukungan dari berbagai pihak. Kami siap mengguncang panggung di TMII," Imbuh Titas, tersenyum.

Beberapa waktu yang lalu Teater AiR, sukses mempergelarkan produksi ke-39 berjudul 'Sebutir Kepala dan Seekor Kucing' karya Ahmadun Yosi Armanda, pada 13 s.d 16 Februari 2019, mampu mencuri perhatian publik di Jambi terbukti 2.700 lebih tiket terjual menyaksikannya.

Kasubbid promosi dan informasi Anjungan Jambi TMII, Wika Efianty, sebagaimana dikutip jambidaily.com menuturkan bahwa Diantara bentuk seni teater yang telah kita kenal dalam khasanah seni tradisi nusantara yang telah diwariskan turun temurun dan masih dikenal misalnya, Wayang orang, ketoprak, ludruk, teater bangsawan, randai, lenong, sandiwara dan lainnya.

"Kesenian ini tumbuh dan berkembang di daerah-daerah, hampir seluruh Indonesia dengan ciri khas biasanya terletak pada dialek dan bahasa verbal digunakan dan sumber cerita atau topik yang disampaikan. Materi yang dibawakan kebanyakan bersumber dari sejarah, legenda, dongeng, mitos atau kisah yang berkembang di daerah terkait," Terangnya.

"Maka TMII merasa perlu untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas agar mendapatkan tempat di hati masyarakat dan dapat dilestarikan. Itulah mengapa diadakan parade teater daerah yang diharapkan menggugah para pelaku agar lebih berperan aktif dan berkreasi guna kelestarian dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan zaman," Pungkasnya.

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top