Minggu, 17 November 2019 |
Nasional

Dua Pihak Berdamai, Akhir dari Konflik di Tolikara?

Kamis, 23 Juli 2015 08:18:30 wib
Kondisi di Tolikara berangsur kondusif. (tvOne)

JAMBIDAILY NASIONAL-Konflik yang terjadi antara Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Tolikara, Papua, dan muslim di daerah tersebut, dipicu kerusuhan yang terjadi di Karubaga pada saat perayaan Idul Fitri, Jumat pekan lalu, telah berujung dengan damai. Beberapa poin perdamaian disepakati kedua pihak agar kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

Pimpinan GIDI, Yunus Wenda, secara langsung menyampaikan permohonan maafnya kepada umat muslim di daerah tersebut atas insiden yang terjadi. Pertemuan antara kedua pihak disaksikan secara langsung oleh Bupati Tolikara, Usman G Walimbo, dan Kodim setempat, kemarin, Rabu 22 Juli 2015.

"Kami sebagai pimpinan gereja, yang mengeluarkan surat,  kami mohon maaf sebesar-besarnya," ujar dia dalam Kabar Pagi tvOne, Kamis 23 Juli 2015.

Salah satu poin yang disepakati yaitu, umat muslim di daerah tersebut dipastikan dapat beribadah dengan tenang dan aman di masa depan. Kerukunan beragama juga disepakati akan dijaga dengan baik oleh semua pihak.

Umat muslim pun diizinkan kembali membangun musala yang terbakar akibat kebakaran kios yang terjadi dalam kerusuhan tersebut.

Perwakilan umat muslim di Tolikara, Ustad Ali Muktar, menyambut baik perjanjian damai tersebut. Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada tokoh agama dan pemerintahan setempat, apabila ada tindakan umat muslim yang tidak berkenan.

"Saya mewakili tokoh umat muslim, barangkali kami selama di Tolikara ada kata-kata atau tindakan yang menyakiti, saya sampaikan kepada tokoh gereja, kepala daerah dan tokoh pemuda, saya sampaikan mohon maaf sebesar-besarnya," ungkapnya.

Kedua pihak pun mengakhiri seremonial perdamaian dengan  berpelukan dan saling bersalaman dengan gaya khas Tolikara. (Viva.co.id/one)

KOMENTAR DISQUS :

Top