Jumat, 06 Desember 2019 |
Hukum

Dugaan Pembagian Fee Proyek, "Panasi" DPRD Merangin

Senin, 08 Juni 2015 21:14:45 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY POLITIK-Dugaan praktek pelanggaran hukum di tubuh dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Merangin mencuat, kali ini dikabarkan adanya dugaan penerimaan fee Rp 300 juta yang diterima oleh ketua DPRD Merangin, Zaidan

Selain dugaan menerima setoran yang dilakukan orang nomor 1 ditubuh DPRD Merangin tersebut, membuat sebagian anggota dewan naik pitam, puncaknya uang fee senilai Rp 300 juta tersebut dipertanyakan sejumlah anggota dewan diruang kerjanya beberapa pekan lalu.

Sejumlah anggota dewan menanyakan mengenai kabar Zaidan menerima aliran dana dari rekanan pembangunan gedung sebanyak 10 persen dari nilai kontrak proyek senilai Rp 3,3 Miliar rupiah tersebut, namun jawaban yang didapat dari ketua mengecewakan sebagian anggota dewan.

Kabar beredar di DPRD, salah satu anggota dewan bernama Zainuri nyaris adu jotos dengan Ketua DPRD mengenai penerimaan fee proyek yang diduga diberikan pihak PT Cipta Eka Puri tersebut.

"Dia (zainuri) hampir berantam diruang ketua saat menanyakan mengenai fee proyek dari rekanan proyek gedung dewan," kata salah satu dewan yang minta namanya tidak disebutkan.

"Untung ada anggota lain yang menahan mereka, sehingga perkelahian bisa dihindarkan," terangnya.

Hal senada disampai anggota dewan lainnya, mereka menilai tindakan ketua yang melakukan kebijakan menerima fee setoran tersebut sangat disayangkan, apalgi selaku dewan terhormat tindakan itu tindakan tidak terhormat.

"Yang tidak enak didengar itu, proyek itu diurus ketua dengan konpensasi feenya untuk ketua, wajarkan anggota lain tidak terima, ditambah menerima setoran melanggar hukum, tindakannya dilakukan diam-diam," jelas anggota dewan lainnya.

Sementara itu, Zainuri yang dikabarkan nyaris adu jotos dengan ketua DPRD secara tersirat membenarkan kabar dia terlibat keributan itu, dia mengaku persoalan tersebut sudah selesai dan tidak ada permasalahan lagi.

"Dakdo, ribut-ribut kecil saja, tidak ada masalah lagi, sudah selesaikok, Kalau yang lebih paham tanya sama Fauzi (wakil ketua) dia yang lebih paham," singkat Zainuri dihubungi, Minggu (7/6) kemarin.

Ketika dikonfirmasi ke wakil ketua DPRD, Fauzi, belum didapat informasi mengenai keributan itu, ketika dihubungi ke nomor hanphonnya bernada tidak aktif.

Begitu juga dengan Ketua DPRD Merangin, Zaidan, saat dihubungi ke telpon genggamnya juga tidak dapat dihubungi, ketika dikirim pesan pendek juga tidak ada balasan dari ujung telpon,(jambidaily.com/NZR)

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top