Senin, 24 Februari 2020 |
Pendidikan & Teknologi

E-PUPNS Diduga Jadi Ajang "Pungli" ke Para Guru ???

Jumat, 09 Oktober 2015 09:12:05 wib
ilustrasi uang terima kasih (google.co.id)

JAMBIDAILY MUARATEBO- Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Tebo sangat menyesalkan tindakan oknum Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) melakukan pungutan ke para guru meregistrasi sistem Elektronik Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (E-PUPNS).

"Iya, yang kita sesalkan kenapa UPTD mematok pungutan biaya terhadap para guru untuk upload registrasi E-PUPNS apalagi itu data pribadi,"tegas Kadispora Tebo, Zulkipli, saat dikonfirmasi jambidaily.com, Kamis (08/10) terkait pungutan E-PUPNS tersebut, dikantornya.

Kami tidak pernah merekomndasikan untuk pungutan atau kutipan tersebut.  Karena untuk upload dokumen registrasi E-PUPNS adalah tanggung jawab individu atau masing-masing guru, apabila ada guru yang minta tolong itu bukan tanggung jawab dinas.

"Sekali lagi kami pihak Dinas tidak pernah merekomendasikan untuk pungutan/kutipan E-PUPNS,"tegasnya.

Untuk itu, Dia berharap guru-guru yang ada di Kabupaten Tebo untuk mendownload sendiri sesuai email masing-masing, jangan dilepaskan kepada orang lain kecuali yang dianggap bisa dipercaya.

Terpisah, salah satu guru pengajar sekolah yang mengajar di Kecamatan Tengah Ilir,  mengaku untuk upload registrasi E-PUPNS, Dia dan teman-teman lainnya, dipungut sebesar 150 ribu rupiah untuk masing-masing guru buat biaya operator yang telah ditunjuk.

Terpisah Ka.UPTD Tengah Ilir, Sugianto, kepada jambidaily.com, mengaku bahwa itu bukan lah kutipan.  Setiap guru kan kita maklumi belum tentu bisa pahami teknologi secara online.

"Jadi kita minta tolong sama yang ngerti dan tau tentunya harus ada upaya (biaya-red) yang kita keluarkan, termasuk saya sendiri,"jelasnya.

Begitu juga Ka.UPTD Rimbo Ilir, Suyono, saat dihubungi melalui selulernya, mengatakan, bahwa awalnya dari BKD menyuruh kami cari operator untuk verifikator validasi data guru.

Sesuai rapat guru-guru bahwa kami se-kecamatan, sepakat untuk mengeluarkan biaya pengganti pulsa dan uang kopi buat operator upload dokumen registrasi E-PUPNS.

"Tapi tidak ada jumlahnya sampai sebesar 200 ribu rupiah terhadap para guru di Kecamatan Rimbo Ilir bantahnya, kalau ada guru yang bilang 200 ribu saya cari gurunya,"tegasnya.(jambidaily.com/ARD)

KOMENTAR DISQUS :

Top