Kamis, 21 November 2019 |
Hukum

Eggi Sudjana Sebut Saracen Anti-Islam

Sabtu, 26 Agustus 2017 13:34:02 wib
Eggi Sudjana/Photo: VIVA.co.id/Muhamad Solihin

JAMBIDAILY HUKUM-Pengacara Eggi Sudjana menyatakan bahwa dia tak percaya bahwa sindikat penyedia jasa penyebar kebencian Saracen hanya bermotifkan ekonomi. Ia menduga, ada agenda politik yang tersembunyi di balik kegiatan kelompok tersebut.

"Saya tidak percaya dengan sekadar motif ekonomi itu. Ini motif politik, jelas. Ada proses pemecah-belah. Bangsa kita bisa pecah karena ini sesungguhnya gerakan anti-Islam," kata Eggi dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 26 Agustus 2017. 
 
Eggi mengatakan, hal yang dilakukan oleh kelompok Saracen merupakan gerakan anti-Islam yang tidak suka dengan adanya gerakan Islam di Indonesia. Ia tiba-tiba mengaitkan dengan tindakan DPN Seknas Jokowi yang meminta agar Eggi Sudjana ditangkap. 

"Misalnya dari DPN Seknas pendukung Jokowi si Dedy Mawardi meminta saya harus ditangkap. Kemudian ada lagi lembaga yang mengatakan 99 persen Eggi Sudjana terlibat harus ditangkap. Ya ini ujaran kebencian," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa tindakan polisi yang memanggil dirinya sebagai saksi dalam kasus Saracen adalah suatu kesalahan sebab dia sama sekali tidak mengetahui kasus tersebut. Eggi mengatakan, bila polisi masih akan memanggilnya, dia merasa dijadikan target.

"Jadi kalau saya tetap diperiksa ini artinya saya sudah dijadikan target yang harus disikat. Bagian dari gerakan anti kepada Islam. Kalau hari ini sudah dijelaskan masih juga diperiksa, ini memang saya betul target. Ini namanya nantang perang dan saya sambut lawan ini," kata mantan pengacara bos First Travel ini.

 


(VIVA.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top