Sabtu, 23 November 2019 |
Ekonomi

Gubernur dan Direksi PLN Bahas Masalah Kelistrikan Jambi

Selasa, 23 Juni 2015 04:30:07 wib

JAMBIDAILY EKONOMI-Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus,MM menerima Direksi PT.PLN Wilayah Sumbar Surpriadi yang hadir bersama direksi PT.PLN Kota Jambi Pertemuan ini dilakukan Senin (22/6) bertempat di rumah dinas Gubernur.

Dalam pertemuan ini dijelaskan oleh para direksi bahwa sejak 2009 PLN telah melakukan pembangunan gardu induk Sungai Penuh dan transmisi (SUTT-150 kV)Bangko-MErangin-Sungai Penuh. Pembangunan gardu induk dan transmisi ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan daya dan mahalnya pengoperasian PLTD. Namunproyek tersebut terkendala utamanya masalah pembebasan lahan dan ROW.

Menanggapi masalah tersebut Gubernur Jambi langsung berkomunikasi dengan Bupati Merangin Al.Harris dan menginstruksikan kepada Bupati untuk segera mencari solusi dan membantu menangani masalah tersebut. "Kerinci dan Sungai untuk kelistrikan memang ditangani oleh wilayah Sumatera Barat, dan disana masihmenggunakan diesel dan sekarang karena kekurangan daya sudah dilakukan pemadaman selama tiga jam kalau semakin lama ini akan sangat mengganggu, permasalahan ini pada transmisi yang sudah lama ada  beberapa tempat yang terhambat pembebasan lahannya belum selesai dan saya tadi meminta untuk adanya laporan tertulis untuk segera mengambil langkah, dan saya akan berkomunikasi dengan bupati yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan masalah ini"ujar GUbernur.

Dalam pertemuan ini direksi PLN menyampaikan bahwa distribusi kelistrikan di kota Sungai PEnuh dan Kabupaten Kerinci dilayani PLN rayon Sunai Penuh dan rayon Kersik Tuo yang merupakan sub-unit PLN wilayah Sumbar. Jumlah pelanggan di kedua rayon tersebut sebesar 75.441 dengan daya tersambung sebesar 46.114 kVa. Penjualan energi pada tahun 2014 tercatat 91.912 kWh selama satu tahun.

"Subsidi PLN untuk masyarakat di subsistem PLTD Koto Lolo  setiap bulannya yang harus dibayar pemerintah saat ini sebesar 48,9 milyar rupiah per bulan. Apabila transmisi Bangko- MErangin-Sungai Penuh beroperasi, ada potensi penghematan sebesar 38,6 milyar rupiah per bulan, oleh sebab itu jika harus ganti rugi kepada masyarakat untuk pembebasan lahan hanya 10 milyar rupiah lebih baik hal itu yang dilakukan, diharapkan nanti pemerintah daerah dapat membantu untuk melakukan mediasi pendekatan kepada masyarakat"ungkapnya.

Dalam pertemuan ini juga dibahas masalah listrik di Tanjung Jabung Barat disampaikan Gubernur bahwa pemerintah akan melakukan dialog dengan Petro Cina untuk dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah kelistrikan."Persoalan di Tanjung Jabung Barat, sekali lagi jika ada permasalahan dan dilaporkan kepada Gubernur, dapat  dilakukan instruksi dan memanggil pihak Petro Cina yang selama ini membantu gas masyarakat, tidak mungkin jika pihak perusahaan berlimpah ruah tetapi masyarakat di sekitarnya kekurangan,  diharapkan dapat dicari solusi permasalahan kekurangan listrik di masyarakat"ungkapnya.

Sementara itu sebelumnya Direksi PT.PLN wilayah Sumbar Supriadi menyatakan bahwa dengan pertemuan ini diharapkan dengan masalah yang sudah 7(tujuh) tahun ini dapt diselesaikan. Pertemuan denganGubernur ini diharapkan dapat mencari solusi sehingga permasalahan listrik dapat segera diselesaikan."Pihak pemerintah daerah sudah sangat membantu dengan membentuk tim dan menentukan harga untuk penggantian pembebasan lahan tetapi sebagian masyarakat ada yang belum dapat menerima. Dengan pertemuan dengan Gubernur telah menyatakan akan membantu dengan maksimal dan diharapkan tahun depan dapat selesai, dan dapat digunakan bagi kepentingan masyarakat"ungkap Supriadi.(jambidaily.com/HMS/MAR)

KOMENTAR DISQUS :

Top