Jumat, 19 Juli 2019 |
Ekonomi

Hari Ini, Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Kota Jambi Tembus Rp 60 Ribu/Kg

Minggu, 16 Juni 2019 12:35:05 wib

JAMBIDAILY EKONOMI - Pasca perayaan Idul Fitri 1440 H / 2019 M, warga Jambi keluhkan harga kebutuhan pokok sebagian naik lebih tinggi dibanding sebelum lebaran. Seperti harga cabai merah keriting, saat ini (Minggu, 16/06/2019) pedagang di PasarTalang Banjar, Kota Jambi mematok harga Rp.60 ribu/kg.

Kenaikan harga tersebut jauh dari sebelum lebaran yang hanya Rp 50 ribu/kg. "Kami tidak tahu penyebabnya, mungkin karena pasokan cabai sedikit. Kalau mau yang agak murah, ada persediaan. Namun kualitas cabai tersebut sedikit lebih buruk, harga hanya Rp.50 ribu," ujar Nur (45) pedagang di Pasar Talang banjar, Minggu (16/6/2019).

Senada dengan Nur, pedagang lainnya Aisyah (25) juga menyebutkan hal yang sama. Menurutnya, memang sebelum lebaran harga cabai hanya Rp 50 hingga Rp 55 ribu/kg. Namun karena persediaan cabai terbatas, harga jadi naik. Sedangkan pembeli lumayan banyak. "Kalau banjir cabai, pasti harganya murah pak," tukasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, (Disperindag) Provinsi Jambi, Ariasyah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, dirinya telah mengetahui tingginya harga cabai setelah lebaran.

Hal itu disebabkan karena berkurangnya pasokan cabai merah di pasaran. "Saat ini memang cabai mahal, petani cabai banyak yang gagal panen karena faktor cuaca," kata Ariansyah. 

Namun menurut Ariansyah, sejauh ini pemerintah telah berupaya untuk menekan tingginya harga cabai. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni membeli alat penyimpanan produk pertanian (Atmosfir Cold Storage). Alat penyimpanan produk pertanian tersebut sangat efektif dan dapat menjadi media penyimpanan dalam waktu lama.

"Cara mainnya Pada saat harga cabai rendah maka cabai akan dibeli dan disimpan. Setelah itu cabai yang disimpan akan digelontorkan pemerintah melalui operasi pasar pada saat harga cabai naik. Cabai atau produk pertanian yang disimpan tersebut akan dijual dengan harga terjangkau oleh masyarakat," tambah Ariansyah.

Dikatakan, rencana pembelian alat penyimpanan produk pertanian tersebut adalah rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Jambi, kepada Disperindag Provinsi Jambi. (Ref/**)

 


Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top