Selasa, 19 November 2019 |
Suaro Wargo

Humairoh: Maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja dan peran orang tua dalam mengatasinya

Senin, 28 Mei 2018 10:36:02 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak. Namun, masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Berbicara tentang pergaulan bebas dikalangan remaja tentu saja kita akan banyak membahas tentang sebab akibatnya. Di zaman globalisasi seperti saat ini, remaja harus diselamatkan dari pengaruh globalisasi. Karena globalisasi ibarat kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk, sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. 

Sebagai contoh kebudayaan free sex yang sangat tidak cocok dengan kebudayaan kita. Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis tanpa memperdulikan keadaan dan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran. Pacar bagi mereka merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar.Pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang, dimana “bebas” yang dimaksud disini adalah “melewati batas-batas norma”. Pergaulan bebas di kalangan remaja sangat marak terjadi, hal ini dikarenakan para remaja belum mempunyai kontrol pikiran dan emosi yang matang.

Faktor penyebab maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja 
Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda- beda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas yang berujung kepada penyakit seperti HIV & AIDS ataupun kematian. 
Berikut ini di antara faktor penyebab maraknya pergaulan bebas diakalangan remaja :
1. Rendahnya taraf pendidikan keluarga
Yaitu keluarga yang mengizinkan sang anak berpacaran tanpa memikirkan dampaknya bagi sang anak sehingga menyebabkan anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

2. Sikap mental yang tidak sehat
Sikap mental yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahami karena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnya dengan adanya pergaulan bebas.

3. Pelampiasan rasa kecewa
Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus(baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturan yang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya.

4. Kegagalan remaja menyerap norma dan pendidikan agama 
Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi. dan bisa juga karena faktor keluarga yang kurang memberikan pendidikan agama, sehingga begitu lemahnya iman seorang remaja yang menjadikan mereka gampang terpengaruh oleh pergaulan bebas dalam lingkungannya tersebut.

5. Teman dan lingkungan tempat tinggal yang kurang baik
Masa remaja adalah masa dimana suatu anak masih mencari jati diri mereka yang sebenarnya, masa ini masa yang sangat rentan dan harus terus di kontrol oleh para orang tua kepada anak mereka. Remaja yang tidak dapat memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua yang tidak memberi arahan dengan siapa dan di lingkungan mana remaja harus bergaul. Karena remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Dampak/Akibat maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja 
Banyak dampak negatif yang diakibatkan oleh maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja, diantaranya :
1. Prestasi akademik menurun
Pelajar tidak lagi berkonsentrasi dengan ilmu yang disampaikan oleh para guru di kelas. Pikirannya hanya akan fokus pada bagaimana cara bersenang-senang tanpa peduli lagi akan pelajaran, ujian, maupun nilai. Ilmu yang didapat di sekolah pun akan semakin mudah luntur dan memudar. Saat seorang remaja terjerumus pergaulan bebas, ia akan mulai malas belajar. Ditambah dengan tidak fokusnya ia saat pelajaran sedang disampaikan, ilmu itu bisa juga akan hilang dari ingatannya.

2. Drop out dari sekolah
Menurut data dari UNICEF, pada tahun 2015 terdapat 2,5 juta anak Indonesia yang tidak dapat melanjutkan sekolah mereka, yaitu 600 ribu untuk anak usia SD dan 1,9 juta untuk usia SMP. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya yaitu kemiskinan dan dampat dari pergaulan bebas. Karena pengaruh pergaulan bebas ini, remaja bertindak seenaknya tanpa memikirkan konsekuensi karena menurut mereka hal yang dilakukan adalah yang paling benar. Daripada akal sehat, mereka lebih mementingkan ego. Dan juga karena mereka sudah sangat jengah dengan dunia persekolahan mulai dari kegiatan pembelajaran sampai hukuman kedisiplinan sekolah, mereka lebih memilih drop out dari sekolah.Hingga masalah yang terus menggunung dan belum terselesaikan adalah seks bebas yang menyebabkan banyak siswi hamil di luar nikah. Karena malu, sudah pasti ia keluar dari sekolah atau sebaliknya, dikeluarkan dari sekolah karena sudah melakukan pelanggaran berat dan mencoreng nama baik sekolah. Berawal dari itu pula, kasus aborsi dikalangan pelajar makin popular.Takut akan orangtua, hinaan masyarakat atau memang tidak siap untuk memiliki anak, pelajar tersebut akan melakukan aborsi sebagai jalan keluar terbaik. Hal ini dapat memicu kematian pelajar tesebut jika tidak dilakukan dengan prosedur yang benar, karena sudah pasti dilakukan secara illegal. Dengan adanya kasus-kasus ini, tentu berdampak juga pada makin terpuruknya perekonomian negara kita karena kemiskinan yang disebabkan pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) rendah.

3. Kesehatan bermasalah
Diantara kondisi memprihatinkan dari pergaulan bebas adalah kesehatannya bermasalah. Banyak pelajar terjangkit penyakit berbahaya seperti kanker hati dan gangguan liver. Mengonsumsi alkohol dan obat terlarang mengakibatkan kanker hati dan gangguan fungsi vital hati yaitu menyerap kandungan racun dalam tubuh manusia. Mereka juga dapat terjangkit atau tertular HIV/AIDS dan kanker pada alat reproduksi.Penyakit ini kebanyakan menyerang perempuan dan sangat beresiko terkena kanker serviks dan Rahim jika terjadi pada perempuan usia dibawah 17 tahun yang melakukan hubungan intim pra nikah apalagi dengan pasangan yang berbeda-beda. Resiko lainnya adalah kemandulan, radang panggul, infeksi lapisan rahim, kerusakan leher rahim, serta mengalami sobek pada rahim.

4. Kriminalitas bertambah
Selain itu, dengan penggunaan obat terlarang juga memicu tindakan kriminal pelajar. Dikarenakan harga “barang” tersebut mahal dan juga uang saku tidak mencukupi, lalu mereka akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan mereka atas barang adiktif tersebut dengan melakukan kejahatan, seperti mencuri uang, mengkorupsi uang SPP, merampok, dan sebagainya. Mereka akan mengalami sakaw jika kebutuhan itu tidak terpenuhi, dimana badannya kejang, gemetar dan cemas berlebih karena kecanduan.

5. Mental terganggu
Psikologis tidak stabil menyebabkan pelajar tetap membanggakan pergaulan yang dijalani, padahal bertentangan dengan nilai dan norma. Karena kepribadian menyimpang ini, pelajar tidak memahami kesalahan tindakan yang dilakukan. Mental ini mendasari degradasi moral pada pelajar. Penyimpangan sosial seperti berkurangnya rasa simpati maupun empati pada orang lain, tidak respect lagi pada orang yang lebih tua adalah sekelumit contohnya. Egoisme dan hedonisme meninggi untuk mencapai kesenangan sendiri.Pelaku penyimpang biasanya juga mengalami krisis percaya diri. Ia lebih senang berada di tempat jauh dari hiruk pikuk daripada mengaktualisasikan diri dan bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Ini semakin memperburuk kondisi psikologisnya karena interaksi sosial sangat penting dan diperlukan untuk membentuk kepribadian dan karakter terutama di usia remaja.

6. Meningkatkan disharmoni keluarga
Salah satu penyebab pergaulan bebas adalah permasalahan keluarga. Karena belum dapat berpikir bijak dan mencari solusi atas masalah tersebut, seorang anak memilih melampiaskan kekesalan dan emosinya agar dapat melupakannya.Dengan bergaul secara bebas dengan teman-teman, bukannya masalah hilang, justru bertambah lagi karena sebagian besar orangtua belum tahu bagaimana cara mengatasi kenakalan anaknya yang menginjak usia remaja. Orangtua cenderung akan memarahi bahkan menggunakan kekerasan pada anak. Jika sudah seperti ini, komunikasi kelurga akan semakin renggang jika tidak ada salah satu pihak yang mengalah untuk mengkomunikasikan masalah keluarga mereka.

7. Hamil diluar nikah
Biasanya orang yang melakukan pergaulan bebas ini akan dapat hamil diluar nikah. Untuk itu sangat penting cara mendidik anak perempuan dan juga cara mendidik anak laki-laki yang baik dan benar. Agar tidak terjadi hal-hal negatif seperti hamil diluar nikah seperti itu. Berikan pula pengertian pada anak mengenai cara menghindari zina bagi ramaja dan kaula mudaagar anak tidak ikut terjebak pada zina dan maksiat yang pada akhirnya akan menimbulkan hamil diluar nikah itu.

8. Dikucilkan
Salah satu akibat dari pergaulan bebas adalah dikucilkan, wajarlah orang akan dikucilkan ketika sudah terlibat pergaulan bebas. Maka sebagai orang tua, jika memang anaknya itu adalah anak yang nakal segeralah cari tahu mengenai cara mengatasi anak nakal sehingga kenakalan pada anak dapat diatasi agar anak tidak dikucilkan nantinya.

9. Anak menjadi jauh dari orang tua dan liar
Terkadang pergaulan bebas membuat anak malah menjadi liar. Apalagi pada saat anak masih di bangku sekolah maka perlu sekali orang tua untuk mengetahui mengenai cara menjadi orang tua yang baik sehingga anak akan tetap nurut dan patuh pada orang tua, dengan menjadi orang tua yang baik juga merupakan solusi pergaulan bebas yang cukup mudah dilakukan.Untuk menjadi orang tua yang baik adalah dengan menunjukan rasa sayang pada anak. Jangan pula memanjakan anak dengan kemanjaan yang terlalu manja, jika memang ingin memanjakan anak maka pahami dulu cara memanjakan anak agar anak nantinya tidak terllau merasakan dimanjakan dan menjadi anak nakal .Mendidik anak jangan pula selalu menggunakan kekerasan. Karena kekerasan daridapat membuat  anak liar dan terjerumus pada pergaulan bebas jadi pahami pula bahaya menampar anak agar anak tidak menjadi anak yang keras.

10. Kematian
Akibat dari pergaulan bebas yang paling parah adalah kematian, kadang anak yang sudah terjerumus pada pergaulan bebas akan mengalami sakit bila itu narkoba, dan kematian lain seperti dibunuh setelah dicabuli atau hal lainnya. Namun ketika ini terjadi harus dipahami pula bahwa terkadang pergaulan bebas tidak hanya karena kenakalan semata tapi karena ini merupakan dampak broken home terhadap anaksehingga anak terjerumus pada pergaulan bebas seperti itu.

11. Tawuran
Biasanya jika sudah terjebak pada pergaulan bebas, akan terjebak pada tauran juga, sehingga tawuran tidak bisa dilepaskan dari remaja yang sudah terkena pergaulan bebas ini. Bahkan bagi para pelajar, pergaulan bebas yang seperti ini akan menjadikan citra dalam pelajar menjadi rusak, bahkan tidak hanya dirinya saja yang rusak tetapi teman-teman dan bahkan akan membawa citra buruk pada keluarganya dan sekolahnya juga.Sebenarnya banyak pula cara menghindari pergaulan bebas yang dapat diupayakan jika seorang anak mau menuruti dan patuh dengan apa yang dikatakan orang tuanya. Tetapi jika sudah kejadian terkena pergaulan bebas segeralah beri batasan pada anak.

12. Menanggung malu
Seorang pelajar yang sudah terkena pergaulan bebas akan menanggung malu bahkan malu ini bisa sepanjang hayat hidupnya. Yang pertama malu dengan orang tuanya, yang kedua malu dengan keluarga yang laiin, yang ketiga malu dengan teman-teman sekolahnya. Karena seorang yang sudah kebablasan terkena pergaulan bebas ini akan cenderung mendapat hukuman seperti drop out dari sekolahnya.

13. Ditinggalkan teman-temannya
Seorang yang sudah jauh terkena pergaulan bebas biasanya akan ditinggalkan teman-temannya bahkan sampai pada tahap dikucilkan. Tentunya hal ini akan membuat anak yang terkena pergaulan bebas ini menjadi galau, sehingga perlunya cara menghilangkan galau agar kesedihan tidak begitu larut. Dan bahkan untuk kedepannya orang yang terkena pergaulan bebas ini harus memahami bagaimana cara mempertahankan hubungan agar tidak terjadi pristiwa dikucilkan seperti itu kedepannya.

14. Stress
Bagi pelajar yang terlibat pada pergaulan bebas ini pasti akan stress jika sudah terlalu jauh bahkan sampai ketagihan dengan narkoba dan sejenisnya. Meskipun sudah taubat tetap saja sulit untuk melupakan masalalunya yang kelam itu sehingga perlunya seseorang untuk memotivasi denga menggunakan cara melupakan masa lalu yang diberikan kepada anak itu agar ia mampu untuk melupakan masa lalunya yang silam dan menyeramkan itu, sehingga anak dapat bangkit dan menjadi orang yang baik lagi.Untuk menjadi orang yang baikpun tidak mudah. Sebagai teman yang baik bimbinglah orang itu agar dapat menjadi orang baik. Meskipun dapat dipelajari melalui ciri-ciri orang baik hati tetap saja membutuhkan bimbingan orang lain untuk menjadi orang yang baik.

15. Akibat lain adalah menjadi LGBT
Salah satu penyebab LGBT adalah pergaulan bebas yang benar-benar tidak terkontrol, sehingga pelajarpun dapat menjadi LGBT ketika tidak memperhatikan hal-hal yang perlu diperhatikan itu. Bahkan hal ini justru akan membuat pegaulan bebas dikalangan remaja semakin marak. Bahkan LGBT akan membuat pelajar menjadi sulit untuk melanjutkan sekolahnya kelak. Karena sudah dipandang sebagai seorang yang tidak normal.Itulah akibat pergaulan bebas di kalangan pelajar, baik akibat untuk dirinya, akibat untuk sekolahnya, akibat untuk keluarganya dan akibat yang membuat pergaulan bebas semakin buruk pula, jadi sebagai seorang pelajar yang benar-benar serius untuk belajar jangan pernah ikut ikutan mengenai dengan hal-hal yang buruk itu. Usahakan diri selalu terjaga dengan keimanan agar tidak ikut terjerumus pada pergaulan bebas yang menyesatkan itu. maka jadilah anak yang baik dan patuh kepada kedua orang tua.

Peran orang tua agar anak tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas 
1. Orang tua berperan sebagai teman 
Di sini orang tua harus bisa benar-benar untuk menjadi teman , orang tua harus selalu ada di sisi mereka, entah selalu bertanya tentang keseharian anak tersebut dan selalu menghibur dikala dia sedih. Dengan hadirnya seorang teman memang membuat anak merasa bahagia walaupun masalah-masalah yang timbul tersebut begitu besar sehingga seorang orang tua yang berperan sebagai teman dapat mencegah timbulnyakenakalan remaja seperti pergaulan bebas yang di picu oleh konflik-konflik atau masalah-masalah sosial dalam hidup mereka.

2. Memperkuat Pendidikan Agama pada anak
Anak yang mempunyai dasar pendidikan agama serta moral yang kokoh tidak akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, karena ia tahu dan bisa membedakan hal yang benar dan salah. Pendidikan agama dan moral dapat memperkuat iman seseorang sejak dini. Jika sejak kecil seseorang telah tertanam mengenai pengertian benar dan salah, biasanya ia akan dapat menghindari pergaulan bebas yang jelas-jelas merupakan hal yang tidak benar.

3. Membentuk karakter yang positif pada anak
Pembentukan karakteranak sejak kecil sangat diperlukan agar ia dapat menjadi pribadi yang kuat dan berpendirian kokoh, sehingga walaupun mempunyai kesempatan untuk hidup bebas, ia dapat mengendalikan dirinya. Teguh berpegang pada prinsip hidup merupakan salah satu cara untuk menghindari pergaulan bebas.

4. Memberikan pendidikan tentang seks pada anak 
Keingin tahuan remaja mengenai hal yang berkaitan dengan seksualitas terkadang tidak mendapatkan penyaluran yang benar, sehingga mereka terkadang akan mencari tahu melalui jalan yang salah. Informasi yang berkaitan dengan seksualitas sepatutnya didapatkan anak sejak dini, tentu saja disesuaikan dengan bahasa yang cocok dengan usia anak. Dengan demikian merekadapat mengetahui bahaya dan akibat daripergaulan bebas.

 

 

 

 


...
Ditulis Oleh
Nama: Humairoh
Jurusan:Tadris Matematika
Fakultas: Tarbiyah dan Ilmu keguruan
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top