Sabtu, 22 Februari 2020 |
Wisata & Budaya

Hutan Adat, Budaya Lokal dan Perubahan Iklim Global

Jumat, 21 Agustus 2015 07:06:42 wib
ilustrasi (yahoo.com)

JAMBIDAIY BANGKO-Wakil Bupati Merangin H A Khafid Moein mengingatkan pentingnya perlindungan hutan adat dari perubahan iklim global dari praktek penguasaan hutan oleh para perusahaan-perusahaan besar.

"Praktek-praktek pengusahaan hutan didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki pengelolaan dan modal yang cukup besar di Indonesia.  ‘Hal ini menyebabkan rakyat atau warga desa tidak punya akses dalam mengelola dan mengambil manfaat dari keberadaan hutan  itu sendiri,’’ujar Wabup dibenarkan perta workshop,"ungkapnya, saat membuka workshop refleksi pengelolaan hutan adat desa, Kamis (20/08) di salah satu hotel di Bangko.

Sebaliknya lanjut Wabup, saat ini sebisa mungkin pengelolaan hutan harus berbasis kemasyarakatan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan akses legal kepada masyarakat setempat untuk memanfaatkan hutan.

Pemanfaatan hutan produksi melalui pemberian izin usaha pemanfaatan hutan tanaman rakyat (HTR), izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (HKN) dan pengelolaan hutan desa (HD).

Secara geris besar terang Wabup, kebijakan ini memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengelola, tentunya dengan melalui prosedur-prosedur yang sudah digeriskan melalui kebijakan pemerintah.

Kebijakan dari pemerintah tersebut lanjutnya, mendorong munculnya upaya legalisasi pengelolaan hutan yang lestari oleh masyarakat, melalui pengembangan hutan desa di Provinsi Jambi.

Penguasaan hutan desa di Provinsi Jambi saat ini terus bergeliat. Jumlah hutan desa semakin bertambah dalam rangka melestarikan hutan di Jambi yang masih tersisa.

Penetapan areal kerja hutan desa di Provinsi Jambi luasnya mencapai 54.978 hektar, tersebar di 25 desa. Proses ini terus berlanjut dengan diserahkannya kembali 17 hak pengelolaan hutan desa (HTHD) oleh Gubernur Jambi di Desa Rantau Suli.

 Sebanyak 17 hak pengelolaan hutan desa tersebut, tersebar di beberapa lokasi, di antaranya  12 lokasi terdapat di Kabupaten Merangin seluas 29.895 hekter. Dengan adanya HTHD kepada masyarakat itu diharapkan dapat memacu terjadinya peningkatan perekonomian masyarakat.

‘’Pengembangan kawasan hutan desa yang terwujud diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan yang ada di Provinsi Jambi,’’harap Wabup. (jambidaily.com/HMS/TEG)


 

KOMENTAR DISQUS :

Top