Selasa, 25 Februari 2020 |
Suaro Wargo

Iis Fauziah: Mengulas Kembali Bagaimana Sejarah Perkembangan “Pondok Pesantren As’ad”

Senin, 21 Mei 2018 06:03:58 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Keberadaan pondok pesantren dan masyarakat merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan,karena keduanya saling mempengaruhi. Sebagian besar pesantren berkembang dari adanya dukungan masyarakat dan secara sederhana pesantren muncul dari inisiatif masyarakat baik secara individual maupun kolektif. Begitu pula sebaliknya perubahan sosial dalam masyarakat merupakan dinamika kegiatan pondok pesantren dalam pendidikan dan kemasyarakatan. 

Salah satu contoh nya yakni Pondok Pesantren As’ad yang terletak di JL. Kyai Abdul  Qodir Ibrahim, No. 45, Kota jambi. Jika kita berbicara tentang pondok pesantren ini, maka hal tersebut tidak terlepas dari keberadaan langgar putih yang banyak mempengaruhi keberadaan pesantren yang kita cinta ini. Langgar putih berlokasi di kelurahan ulu gedong, didirikan pada tahun 1868 oleh Asy Syeh Khotib Mas’ud, selain sebagai tempat peribadatan masyarakat ulu gedong dan masyarakat seberang kota jambi, langgar putih juga dijadikan sebagai sarana pendidikan agama islam. 

Pondok Pesantren As’ad ini adalah sosok lembaga sosial yang mampu melahirkan lingkungan masyarakat mengenai tatanan kehidupan yang lebih maju dengan karakter menggarap lingkungan pondok pesantren sebagai lembaga pengembangan lingkungan hidup. Tujuan saya membuat artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakang berdirinya Pondok Pesantren As’ad, serta kondisi dan kehidupan sosial masyarakat Kota Jambi dalam tahun 1951-1970 serta aktifitas Pondok Pesatren As’ad terhadap masyarakat kota Jambi. 

Pada tahun 1369 H, tepatnya tanggal 26 jumadil awwal 1369 H dan selesai pada tanggal 26 Dzulqo’idah 1370 H bertepatan tanggal 29 agustus 1951 M, denga disertai niat yang baik dan semangat yang kuat dalam menghadapi rintangan-rintangan baik yang datangnya dari pihak yang tidak setuju dengan kehadiran perguruan/pondok pesantren as’ad (ma’hadul As’ad) ini ataupun rintangan berupa biaya, namun berkat inayah dan hidayah Allah SWT maka pada tahun 19651 berdirilah sebuah gedung permanen berukuran 35 x 17 meter yang terletak diatas lahan seluas 1 ½ Ha dan pembangunan di pondok pesantren As’ad ini berkembang dengan pesat, terbukti dengan banyaknya gedung yang telah dibangun pihak Yayasan pada saat ini. 

Tapi, faktor kurang luas nya lahanlah yang menjadi permasalahan pokok pihak Yayasan untuk membangun lokal/ruang yang lebih banyak untuk mendukung proses belajar mengajar di Perguruan As’ad.

Pemberian nama “As’ad” pada pondok pesantren ini diambil dari nama salah seorang sahabat rasulullah SAW yang bernama “As’ad”, yaitu seorang sahabat yang pertama kali menyambut kedatangan Rasulullah SAW di Madinah, saat terjadi peristiwa hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. Itulah sebabnya nama As’ad diabadikan untuk mengenang peristiwa yang sangat penting dalam sejarah islam itu. Dan latar belakang berdirinya Pondok Pesantren As’ad ini ada kemiripan dengan latar belakang hijrahnya Rasulullah SAW dan sahabatnya ke Madinah.

Ketua yayasan Perguruan As’ad dari masa ke masa:
1.K.H.A Qodir Ibrahim (1951-1970), sebagai mudir sekaligus nadzir.
2.K.H.M. Yusuf Ibrahim (Ketua yayasan) dan K.H. Nurdin Abdul Ghoni (mudir) , tahun 1970-1979.
3.Drs. M. Hasan K.H.A. Qodir (1979-1985).
4.K.H.M. Nadjmi K.H.A. Qodir (1985-sekarang).

Pondok Pesantren ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berperan dalam perubahan sosial masyarakat. Hal tersebut meliputi aktivitas pesantren dalm bidang dakwah, bidang pendidikan, bidang sosial kemasyarakatan, bidang keagamaan, bidang ekonomi serta bidang budaya. Adapun tujun di didirikannya Pondok Pesantren As’ad adalah untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam pengadaan sarana pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, baik dibidang ilmu agama maupun dalam bidang pengetahuan umum. Pondok pesantren As’ad memiliki beberapa tahap pendidikan yaitu MTS dan MA Sebagai pendidikan formal dan Madrasah Diniah sebagai pendidikan non formal.

Visi dan misi Pondok Pesantren As’ad 

Visi: “Berpartisipasi dalam mencerdasarkan anak bangsa berdasarkan iman dan taqwa serta berbudaya islami”

Sedangkan misinya adalah:

  • Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama islam,
  • Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga stiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yangdimilikinya,
  • Menumbuhan semagat berprestasi dalm berkompetensi secara jujur dan intensif kepada seluruh warga madrasah.
  • Mendorong dan membantu setiap siswa unuk mengenali dirinya, baik dibidang akademik maupun non akademik, sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal 
  • Menerapkan manajemen partisipsi dengan melibatkan seluruh warga madrasah.
  • Menumbuhkan rasa memiliki bagi warg madrasah atas kemajuan madrasah yang telah dan akan dicapai.

 

 

...
Ditulis Oleh 
Nama: Iis Fauziah
Jurusan: Ekonomi Syariah 
Fakultas: Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi

 
 
 
*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top