Senin, 24 Juni 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Ingin Berhenti Merokok??? Ikuti Totok Rokok di Puskesmas Bangko

Jumat, 09 September 2016 20:50:42 wib
Ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY KESEHATAN-Ditengah keterpurukan ekonomi pasca turunnya harga sawit dan karet, dan menjaga kesehatan masyarakat, Bupati Merangin H Al Haris menyarankan warganya berhenti merokok.

Bagi pecandu rokok yang ingin berhenti total dari kebiasaan tersebut, dapat mengikuti terapi Totok Rokok di Puskesmas Bangko.

"Ingin berhenti merokok??? bisa menerapkan totok rokok di sembilan titik tubuh,"papar Bupati, saat mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Merangin tentang kawasan tanpa asap rokok, Kamis 08 September 2016 di Puskesmas Bangko.

Teknik yang dikenal sebagai SEFT (Self Emotion Freedom Technical) ini, bisa memperkuat keinginan si perokok agar benar-benar stop merokok.

‘’Berhentilah merokok.  Selain menjaga kesehatan juga akan sangat membantu perekonomian keluarga,’’himbaunya.

Totok rokok yang dilayani Puskesmas Bangko, semakin membuktikan kalau Puskesmas Bangko telah siap seutuhnya untuk akreditasi. Sebab pengobatan yang dilakukan tidak hanya cara medis tapi juga alternatif.

‘’Dulu, ilmu kedokteran mengenal tiga sistem pada manusia. Namun kini ada empat sistem yang dikenal, yakni sistem pembuluh darah, syaraf, getah bening dan sistem Kyung Rak,’’terang Bupati.

Sementara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Bangko, dr Sahrial, menambahkan, totok rokok bukan hypnoterapi.

‘’Ini terapi totok yang dilakukan pada sembilan titik penting, di ubun-ubun, alis mata, samping mata, bawah mata, bawah hidung, dagu, bawah tulang selangka (klavikula), ketiak dan bawah puting susu,’’jelas dr Sahrial.

Untuk menerapkan teknik SEFT tersebut lanjut pria berpostur tubuh tinggi besar itu, tak perlu lama-lama. Untuk menotok sembilan titik itu, hanya perlu waktu satu menit. Bila satu menit belum ada reaksi, teknik itu dilakukan kembali.

"Totok rokok itu dapat diulangi sampai 2-3 kali. Sampai pecandu rokok muntah-muntah hebat dan akhirnya dengan kesadaran dia berucap kalau rokok itu bau,"terang dokter yang kemarin (8/9) merayakan ulang tahunnya ke-46 tersebut.

Lebih lanjut dikatakan pria murah senyum ini, teknik SEFT tidak akan berhasil jika tidak ada kemauan yang kuat dari si perokok. SEFT bisa dilakukan siapa pun, tak hanya dokter, orang biasa yang sudah latih juga bisa mengajarkan ke orang lain.(*)

Penulis   : Teguh (humas)
Editor    :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top