Jumat, 22 November 2019 |
Kesehatan & Olahraga

IPSI Jambi Hanya Loloskan Satu Pesilat ke PON

Rabu, 18 November 2015 12:43:57 wib
IPSI Jambi

JAMBIDAILY OLAHRAGA-Meskipun dapat menyumbangkan satu perunggu untuk kontingen Jambi, nmun Pengprov Ikatan pencak silat Indonesia (IPSI) Jambi hanya berhasil meloloskan satu pesilat ke PON/2016 Jawa Barat.

Hanya Rosmiyati yang berhasil melaju ke final yang akan berlangsung, di Aula  STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang, Kamis 19 November 2015 mendatang.

Setelah Romi Saptoni gagal memperebutkan juara IIIA, pada final (17/11). Dia  harus mengakui ketangguhan Rendi Vergian  pesilat Riau dalam perebutan juara IIIA kalah 3-2. Sehingga hanya menjadi juara IIIB dan dinyatakan tidak lolos PON.  

Sebelumnya  Romi Saptoni yang turun di klas I putra, juga kalah dari Muhammad Syafi'i  pesilat asal Sumatera Utara 4-1, pada  semi final. Perebutan juara IIIA ini berlangsung seru. Kedua pesilat berupaya mengumpulkan angka demi angka.

Romi yang berada disudut biru, bertarung kurang maksimal dan kurang agresif. Ini terlihat dari perolehan angka yang selalu tertinggal dari rivalnya. Dari lima juri dua juri memenangkan Romi dan tiga juri lainnya memenangkan pesilat asal Riau.

Pengprov IPSI Jambi pada Porwil IX/2015 Bangka Belitung menargetkan 4 emas. Dengan kekuatan sebanyak 18 orang pesilat, mengikuti seluruh nomor yang dipertandingkan. Terdiri dari 14 nomor tanding dan 4 nomor seni dan TGR.

Pelatih Pengprov IPSI Jambi Rabuan, mengaku anak asuhnya telah berupaya  secara maksimal. Namun lawan yang dihadapi sangat tangguh. “Kita telah berjuang semaksimal, tapi apa boleh buat hanya itu yang dapat dipersembahkan untuk Jambi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun  kata Rabuan, Rosmiyati satu-satunya jawara yang melaju ke final harus bisa meraih medali emas. “Dia satu-satunya harapan IPSI Jambi bisa meraih medali. Kalau hanya untuk lolos sudah, tapi harus bisa meraih emas dan mohon doa dari seluruh masyarakat Jambi,” ucapnya.

Kegagalan pesilat Jambi ini, disebabkan masih kurangnya teknik dalam bertanding. Ini terlihat banyak sekali kesalahan yang dilakukan pesilat saat bertanding. Sehingga juri mengurangi perolehan angka.(jambidaily.com/rilis)

KOMENTAR DISQUS :

Top