Selasa, 18 Februari 2020 |
Pendidikan & Teknologi

Jambi Diprediksi Mengalami Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan

Minggu, 05 Januari 2020 11:38:26 wib
BMKG menyebut cuaca ekstrem masih akan terjadi di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).

JAMBIDAILY TEKNOLOGI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem masih akan terjadi di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Hasil analisis BMKG merilis potensi hujan deras membayangi Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia.

cnnindonesia.com (Minggu, 05/01/2020) melaporkan bahwa berdasarkan model prediksi, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan, kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

Pada periode 5-8 Januari 2020 terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Kemudian, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sementara, untuk periode 9-12 Januari 2020, kondisi serupa terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Lalu, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

"Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan potensi hujan lebat di wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo, seperti dikutip Antara, Minggu (5/1).

Analisis tersebut menunjukkan berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU), sekaligus meningkatnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Selatan (BBS). Ini mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas Monsun Asia yang bisa mengakibatkan penambahan massa udara basah.

"Meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator," Ungkap Mulyono.

Selain itu, potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga mencapai lebih dari 2,5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan, antara lain Laut Natuna Utara, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Utara Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna.

Kemudian, Perairan Selatan Jawa Barat Hingga Sumba, Selat Bali-Selat Lombok - Selat Alas bagian Selatan, Perairan Pulau Sawu-Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa Hingga NTT, Laut Banda, Perairan Kepulauan Kai-Aru, Laut Sulawesi Bagian Timur.

 

Editor: Hendry Noesae
Sumber: cnnindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top