Kamis, 23 Januari 2020 |

Janji Menpora Bentuk Kompleks GBK Layaknya LA

Kamis, 08 Oktober 2015 06:17:57 wib
Menpora, Imam Nahrawi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

JAMBIDAILY OLAHRAGA-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membidik  target besar jelang jadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang. Kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) bakal makin modern jelang ajang multievent terbesar di Asia tersebut.

Indonesia akhirnya mendapatkan tanggung jawab untuk menggelar Asian Games di era modern ini. Kalau melihat fasilitas, sarana, dan prasarana tentu GBK bisa dibilang tidak memiliki standar yang sesuai standar internasional. Banyak yang ketinggalan zaman.

Sebelumnya, Gelora Bung Karno pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1962 ketika gelanggang olahraga itu masih yang termegah di kawasan Timur Jauh. Namun, kini kondisi sudah berubah total. Pengembangan layaknya jalan di tempat.

Jelang Asian Games 2018 ini, Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg), selaku pemegang tanggung jawab GBK, menyerahkan tugas renovasi dan pemugaran kepada Kemenpora. Mimpi besar pun diusung.

"Nantinya kita juga akan membuat sirkuit di GBK yang akan langsung terhubung dengan MRT dan ada beberapa space public seperti di LA (Los Angeles), GBK nantinya akan dibuat adanya restoran dan lainnya dengan modern," kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Imam sendiri sudah melakukan pertemuan langsung dengan perusahaan IT terkemuka Jepang, Nippon Electric Company (NEC), dalam usaha mengembangkan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Meski bertubuh tua, stadion yang dibangun pada 1960 itu bakal dilengkapi teknologi paling gres.

NEC menyampaikan kesiapan untuk mendukung Indonesia dalam gelaran Asian Games 2018 nanti, khususnya dalam memodernisasi stadion di Indonesia dan kegiatan olahraga lainnya.

"Kami dari Perusahaan Jepang mempunyai satu solusi yakni Stadium Solution yang kami berikan kepada Menpora agar menjadi rekomendasi dalam rangka Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang khususnya dalam memodernisasi stadion di Indonesia dan kegiatan olahraga lainnya. Ini sudah kita coba di Brasil," ujar Manager NEC Bidang Kementerian/Lembaga, Ferra Liliana.(Viva.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top