Selasa, 12 November 2019 |
Nasional

Jokowi Kejar Menteri Baru Benahi Defisit Neraca Dagang

Rabu, 23 Oktober 2019 13:23:48 wib
Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

JAMBIDAILY NASIONAL - Presiden Jokowi menyatakan akan tancap gas dalam menjalankan periode II pemerintahannya. Fokus yang akan dijadikan perhatian pemerintahannya adalah pembenahan neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan.

Sebagai informasi, sampai dengan periode I pemerintahan Jokowi berakhir, neraca perdagangan dan transaksi berjalan memang 'sakit'.

Untuk neraca perdagangan, BPS mencatat pada periode Januari-September 2019 masih mengalami defisit US$1,95 miliar.

Sementara itu untuk transaksi berjalan, mengalami defisit US$8,4 miliar atau 3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II kemarin.

"Arahnya, yang berkaitan dengan kejar (perbaikan) defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan," katanya di Komplek Istana Merdeka, Rabu (23/10).

Selain itu, Jokowi mengatakan pemerintah akan fokus dalam menggenjot kinerja investasi. "Sebanyak-banyaknya investasi," katanya.

Jokowi mengatakan investasi yang banyak diperlukan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja. Agar investasi bisa digenjot, Jokowi mengatakan pemerintahannya akan melakukan reformasi birokrasi dan menyederhanakan aturan.

"Hal yang ruwet harus disederhanakan," katanya

Sementara itu Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembenahan kinerja perdagangan membutuhkan waktu. Pasalnya, untuk menggenjot kinerja perdagangan, pemerintah juga membutuhkan investasi.

"Butuh waktu, ini rancangan UU Omnibus Law akan segera dibahas dan didetailkan dengan parlemen untuk dipertajam dan dijadikan prioritas," katanya.

 

(uli/agt)/cnnindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top