Jumat, 13 Desember 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Kabupaten Tanjabtim Memiliki IPM Paling Rendah

Rabu, 13 November 2019 23:54:33 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY TANJABTIM - Memasuki usianya yang ke 20 tahun ini, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih banyak menyisakan persoalan dasar yang membutuhkan kerja keras bagi Pemerintah Daerah. Selain masih fokus berbenah soal infrastruktur fisik seperti, jalan, jembatan dan lain - lain. Pemerintah Daerah juga fokus dalam membangun sektor non fisik, seperti perbaikan kualitas hidup masyarakat terutama kebutuhan dasarnya.

Berdasarkan rilis data BPS Tanjabtim Tahun 2018, Kabupaten Tanjabtim masih menempati posisi paling terendah soal IPM (Indeks Pembangunan Manusia), yaitu berada di urutan terakhir di angka 63,32 Persen. Kemudian disusul oleh Kabupaten Tanjab Barat 67,13 persen, kabupaten Muaro Jambi 68,34 persen, Kabupaten Tebo 68,67 persen, Kabupaten Sarolangun 69,41 persen, Kabupaten Bungo 69,42 persen.

Kepala BPS Tanjabtim, Marpaung mengungkapkan, meskipun berdasarkan data BPS se-Provinsi Jambi Kabupaten Tanjabtim paling terendah soal indeks pembangunan manusianya, namun setiap tahun terus mengalami peningkatan meskipun tidak begitu signifikan.

"Kalau kita lihat data Indeks pembangunan manusia terupdate 2018, pada tahun 2017 Indeks pembangunan manusia Kabupaten Tanjabtim berada di angka 62,61 persen, sedangkan pada tahun 2018 berada di angka 63,32 persen, artinya mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen, masih tertinggal dengan kabupaten tetangga seperti muaro Jambi dan Tanjab Barat," ujar Marpaung.

Marpaung juga menambahkan, rendahnya angka indeks pembangunan manusia disebabkan beberapa faktor, diantaranya akses infrastruktur yang masih terbatas dan akses transportasi untuk perekonomian yang masih menggunakan tradisional.

Penulis: Hendri Rosta/Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top