Selasa, 19 November 2019 |
Peristiwa

Kabut Asap di Tanjabtim Semakin Pekat, Indeks Kualitas Udara Berbahaya

Kamis, 12 September 2019 19:57:48 wib
JAMBIDAILY TANJABTIM - Kabut asap di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), masih menyelimuti pada Kamis (12/9) pagi dari pukul 05.30 WIB hingga 11.55 WIB.

Seperti yang terjadi di Komplek perkantoran Bupati Tanjabtim. Dimana kondisi jarak pandang semakin siang semakin terbatas. Beberapa pengendara harus berhati-hati dan harus menyalakan lampu utama.

Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim menyebut kualitas udara di Tanjabtim saat ini kategori Berbahaya realtime pukul 05.00 WIB -11.55 WIB. Berdasarkan hasil pengukuran udara oleh Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim melalui PM 2,5 M (PM 2,5 ) dan grafik partikulat matter 200 100 PM2.5 H Grafik rata-rata PM 2.5 Mikron (Pukul 00.00-11.55 WIB).

Kondisi udara Berbahaya yakni dari pukul 06.00-06.55 WIB dengan angka 440.39, 435.37 dan 372.56. Kemudian pada pukul 07.00-07.55 WIB, 08.00-08.55 WIB dan 09.00-09.55 WIB diangka 314.07 dengan status Berbahaya. Selanjutnya diangka 275.90 dan 284.62 dari pukul 10.00-10.55 WIB dan 11.00-11.55 WIB rata-rata diangka 231.54, yakni status Sangat Tidak Sehat.

Sesuai dengan grafik dan hasil Keadaan Sedang terjadi pada pukul 01.00-02.55 WIB. Sensitif Udara terjadi pada pukul 00.00-00.55 WIB dan 03.00-03.55 WIB. Kondisi udara dalam keadaan Sangat Tidak Sehat pada pukul 04.00-04.55 WIB.

"Real time saat ini masuk dalam status Berbahaya. Akumulasi sampai pukul 11.55 WIB dengan indeks kualitas udara berwarna hitam," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim, Gustin.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Tanjabtim menyebutkan sepanjang kemarau terjadi memang terjadi peningkatan tren Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dilihat dari jumlah kunjungan pasien di Puskesmas yang ada di seluruh kecamatan.

"Dimana kunjungan yang paling signifikan ada di Kecamatan Dendang dan Berbak," sebutnya.

Dia menjelaskan, jumlah kunjungan penderita ISPA pada minggu pertama pada bulan September ini sudah mencapai 453 kasus. Paling besar tetap berada di Kecamatan Dendang dan Berbak.

"Di Dendang hingga minggu pertama ini sudah 98 kasus, berbanding dengan Puskesmas lainnya yang hanya sekitar 20 an kunjungan," jelasnya.

Menurutnya, dengan kondisi udara saat ini, sangat tidak bagus atau berbahaya bagi penderita sensitif terutama untuk penderita asma, tipes dan juga TBC. Untuk itu, sebagai upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Tanjabtim, diantaranya menyebarkan masker, koordinasi dengan OPD terkait dan terus memantau ISPU.

"Jika kemungkinan buruk terjadi, langkah yang diambil bisa dengan cara merumahkan masyarakat dan mengurangi aktivitas publik di luar rumah, termasuk di pasar dengan diganti pasar terbatas. Itu alternatif akhir jika kemarau terus berkelanjutan," tukasnya.

Penulis: Hendri Rosta /Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top