Sabtu, 22 Februari 2020 |
Jurnal Publik

Katanya Peringatan Hari Pers Nasional 'Tidak Bermanfaat'?

Selasa, 11 Februari 2020 19:08:03 wib
Acara syukuran HPN tahun 2020 di Gedung Mahligai Pancasila, kota Banjarmasin

JAMBIDAILY JURNAL - Berbicara Hari Pers Nasional (HPN) tentu akan banyak untaian kata dan cerita, dari yang positif hingga negatif, dari tepuk tangan hingga cemoohan. Peringatan berlangsung saban tahun pada 9 Februari di daerah berbeda secara bergiliran tersebut, ada yang menganggap tidak berguna, tidak ada hasilnya, hanya seremonial menghabiskan uang juga energi. Ungkapan 'sinis' itu selalu ada secara musiman saat berlangsungnya HPN, sama halnya saat ini yang berlangsung di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selantan.

Dari beberapa referensi menyebut bahwa Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai digunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas.

Begitu banyak Perdebatan 'berbisik-bisik' secara personal, secara komunitas lewat forum yang belum terdengar di telinga saya, namun tulisan 'menyampah' banyak melalui media sosial, Menariknya itu dilakukan oleh mereka yang saya lihat adalah orang-orang pers, kewartawanan anda masuk dalam klasifikasi apa,? surat kabar, siber, elektronik atau media sosial. Apakah mungkin kunci masalah karena HPN diperingati pada tanggal yang sama hari jadinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),? atau terlalu eksklusif bagi peserta hanya terbatas mereka yang tergabung dalam PWI maupun tidak difasilitasi oleh PWI setempat,?

Pertanyaan diatas bukanlah sebuah tuduhan dari saya pribadi, tetapi ada unsur yang hampir mirip dan mendekati secara realita. Saya bukanlah seorang tokoh pers, bukan juga seorang wartawan top di provinsi Jambi, memulai karir dari media siber mungkin saya termasuk wartawan masa kini yang masih sangatlah jauh dengan wartawan yang sempat tidur diatas tumpukan koran. Banyak ilmu pengetahuan mesti saya gali dan gali lagi, mesti saya kumpulkan untuk memenuhi pemahaman dan menjaga kemampuan agar dapat mengiringi semakin cepatnya perkembangan dunia media.

Jika mengatakan peringatan HPN tidaklah berguna karena Kebebasan Pers masih belum semestinya, apa bedanya dengan peringatan-peringatan hari besar lainnya,? misalkan hari pendidikan nasional, ya untuk apa diperingati masih banyak buta huruf. Bahkan untuk apa peringatan hari kemerdekaan karena masih banyak disudut-sudut negeri ini yang masih belum merdeka dari kehidupan ekonomi, kehidupan sosial, serta kehidupan-kehidupan lainnya. Apakah juga akan ada tudingan bahwa tidak bermanfaat peringatan tersebut,?

Apa yang dimaksud manfaat dan hasil,? menginginkan yang seperti apa sebenarnya, bukankah menjaga semangat dengan cara terus memperingati menjadi salah satu cara kita memenuhi ruang psikologis dan jiwa 'jas merah' bagi generasi penerus bangsa ini,?

Kita tidak berada dan hidup di masa "Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia. PWI berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta yang kemudian oleh Presiden Soeharto ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 PWI beranggotakan wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam mempersiapkan pendiriannya, PWI membentuk sebuah panitia persiapan pada tanggal 9-10 Februari 1946 di balai pertemuan Sono Suko, Surakarta. Pertemuan itu dihadiri oleh beragam wartawan, dan tokoh pers yang sedang memimpin surat kabar, majalah" Tulis Rival Achmad Labbaika Alhasni, Ketua Umum Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia di celebestopnews.com.

Kalaupun anda berada dalam organisasi sejenis namun berbeda rumahnya, tentu sangatlah bijak tidak perlu adanya karakter-karakter menjatuhkan, toh anda sudah hidup di masa banyaknya organisasi profesi wartawan, semua punya hak dan kebebasan berpendapat, tapi sampaikan dengan cara yang santun, itupun jika anda mengaku sebagai wartawan yang benar. Kalaulah memang ada seperti apa yang anda pikirkan, itu adalah oknum pribadi jangan mensamaratakan. Fokus saja membesarkan organisasi bernaung anda, tunjukan saja prestasi organisasi anda, dan tanya diri sendiri sudah berbuat apa untuk masyarakat luas. Mainlah lebih jauh lagi, biar mengetahui dunia luar dan terbuka pikiran yang luas tidak 'kerdil'

Saya bukanlah menggurui disini, hidup barulah seumur jagung. Saya barulah menginjak usia 10 tahun di dunia Pers, barulah tiga kali menginjakan kaki pada peringatan HPN, dan beberapa kegiatan PWI secara nasional. Saya tidak pernah bergantung pada masuk atau tidak nama saya sebagai rombongan yang diberangkatkan karena saya merasa HPN ada manfaatnya, terima kasih sangat luar biasa dari saya adanya pihak, relasi juga sahabat yang turut membantu saya hingga dapat menghadiri HPN.

Menambah wawasan dan pengetahuan atas perkembangan dunia pers secara nasional, bisa bersilaturahmi dan berkenalan dengan rekan se-profesi di Nusantara sudah sangat luar biasa manfaatnya. Kemudian berbagai kegiatan mulai dari Diskusi Publik, Seminar, Sarasehan, Konvensi Media dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kalau niatnya hanya untuk jalan-jalan belaka, ya...tentu bukan manfaat pers yang didapat tapi hanya pemuas mata.

Masih banyak yang ingin saya tumpahkan, tetapi lebih baik jika anda benar-benar wartawan,? mencari sendiri dan memenuhi isi kepala anda, biar tidak malas mengumpulkan data, meramunya dan menyajikan kepada masyarakat. Itulah tugas anda selaku wartawan yaitu Menyampaikan.

Pantun penuh makna yang disampaikan oleh Mursyid Sonsang, menjadi pengingat yang baik menurut saya

Anai Anai Tabang ka Rimbo
Tibo di Rimbo makan padi
Berbeda organisasi biaso,
tapi Kito tetap dalam bingkai NKRI

 

 

 

Diantara senja Taman Siring 0 KM, Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (9 Februari 2020)
Oleh Hendry Nursal

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top