Minggu, 18 Agustus 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Keluar Dari Zona Urban, Net1 Menembus Batas Jelajahi Pelosok Indonesia

Kamis, 25 Juli 2019 00:02:11 wib

JAMBIDAILY TEKNOLOGI - Net1 mungkin terdengar asing bagi pengguna Provider di Indonesia namun perusahaan ini keluar dari zona Urban alias perkotaan, berani menembus batas dan jelajahi pelosok-pelosok wilayah atau Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Indonesia.

Hal tersebut dibeberkan saat Media Gathering (Rabu, 24/07/2019) di Hotel Aston Kota Jambi, yang dihadiri oleh Nugroho Adi Saputra selaku Regioal Head West, Indrawan Tri Atmoko selaku Area Head Sumatera Selasata-Jambi, Malpinas dan Nadia, Sales Marketing Jambi, perwakilan Net1 berbagai Kabupaten dan Kota dalam Provinsi Jambi serta pemilik Dealer Net1 di Jambi.

"Kami segmennya bukanlah Urban, tetapi menjangkau pelosok-pelosok Indonesia, desa-desa seperti wilayah 3T. Tentunya sangat selaras dengan program pemerintah tentang ketersediaan jaringan Internet," Jelas Nugroho Adi Saputra, saat memberikan pemaparan.

Provider ini dalam penjelasan Nugroho Adi Saputra, merupakan transformasi dalam memiliki perjalanan panjang, dimulai dari tahun 1985 dijual ke perusahaan berbeda, singkat cerita hadirnya 'Ceria' lantas pada tahun 2016 menjadi Net1 Indonesia, merupakan nama merek dagang layanan telekomunikasi dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI). 

Net1 Indonesia mengusung #4Geverywhere Memiliki beragam produk yang mampu menunjang bagi pelanggannya di wilayah-wilayah Non Urban yang telah memiliki jaringan Net1 "Kami boleh dikatakan benar-benar tanpa saingan karena belum ada provider lain yang mampu untuk menjangkau seperti Net1 Indonesia, bahkan cocok sekali ini untuk nelayan," Ujar Nugroho Adi Saputra.

Saat ini Per Juni 2019, Net1 Indonesia memiliki 70.000 pelanggan, menjawab pertanyaan awak media karena masih dirasa kecil dan seperti apa keberlangsungan Net1 kedepan, Nugroho Adi Saputra mengatakan bahwa Net1 punya perhitungan tersendiri.

"Net1 yakin dengan yakin dengan kekuatan dan perhitungan tersendiri dalam bertahan pada bisnis provider di Indonesia, Kami adalah bagian dari perusahaan Sampoerna kami punya energitas tinggi dan tentunya didukung oleh pekerja-pekerja muda yang sanggup bersaing. Untuk jumlah pelanggan tersebut, 70 Ribu kecil tidak juga, kalau provit,? sudah seharusnya karena pasti ada top up dong dari pelanggan," Tukas Nugroho Adi Saputra.

"Net1 Hadir dan ada sebagai solusi bagi keterbatasan internet khususnya teman-teman, keluarga dan sahabat kita yang berada di zona-zona yang tidak ter-cover dan kami akan fokuskan terus mencari, baik melalui teknologi yang kami miliki, survey juga termasuk lewat partner-partner kita seperti pemerintahan dan lainnya," Tambah Nugroho Adi Saputra, menjawab pertanyaan jambidaily.com.

Terkait perkembangan di Sumatera Selatan-Jambi, dari keterangan Indrawan Tri Atmoko, ada dikisaran 4000-5000 pelanggan "NET1 solusi komunikasi untuk masyarakat hingga ke pelosok di Jambi," Jawab Indrawan.

Sementara khusus untuk wilayah Jambi, terdapat 2.463 Pelanggan tersebar dibeberapa Kabupaten dan Kota "Ada 2.463 Pelanggan, Net1 ada diantaranya Kabupaten Muaro Jambi seperti Sungai Gelam, Kumpeh Ulu, Jambi Luar Kota, Sekernan; Kabupaten Batanghari ada Bajubang, Muara Bulian, Muara Tembesi; Kabupaten Tanjung Jabung Timur ada Muara Sabak, Kuala Jambi dan nanti juga Betara; Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Kuala Tungkal, Lalu Kabupaten Tebo di Rimbo Bujang, Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin di Bangko dan Pamenang, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh ada di Sungai Penuh, Siulak dan Sitinjau Laut," Urai Malpinas.

Semester I Tahun 2019 Net1 Indonesia Meraih Pertumbuhan Positif

Berdasarkan rilis tertulis Net1 Tertanggal 15 Juli 2019 yang diterima jambidaily.com (Rabu,24/07/2019) penyedia layanan mobile data broadband 4G LTE, mengawali tahun fiskal baru dengan positif di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi di tanah air selama kurun waktu mulai dari Januari - Juni 2019. Pada semester pertama tahun ini, pendapatan Net1 Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 44 persen. 

"Peningkatan ini semakin memotivasi kami untuk terus menyediakan layanan internet yang berkualitas untuk mendukung kegiatan sehari-hari, terutama bagi masyarakat rural dan daerah 3T di nusantara," ungkap Larry Ridwan, CEO Net1 Indonesia. 

Pertumbuhan bisnis yang cukup signifikan juga berhasil dibukukan dari pendapatan yang diperoleh dari peningkatan jumlah pelanggan sebesar 43%. Pertumbuhan jumiah pelanggan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Net1 Indonesia dalam meningkatkan jumlah reseller yang disebut dengan MitraNet1 dan KiosNet1. Kontribusi pertumbuhan bisnis Net1 dalam sektor Business-to-business (B28) juga dicetak oleh keberhasilannya menggandeng perusahaan-perusahaan ternama untuk menggunakan layanan Net1 dalam mendukung operasi mereka, antara lain KPP (Astra Group) dari sektor pertambangan, yaitu pertambangan batubara, dan BRI dari sektor keuangan atau perbankan. 

Analis mengatakan bahwa sektor tambang batubara masih akan positif pada tahun 2019 ini, bahkan masih menjadi andalan pemerintah untuk berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Akhir tahun 2018, sektor ini mampu menyumbang PNBP sebesar Rp 43 triliun. Sedangkan sektor keuangan dan bank masih terdeteksi stabil hingga tahun ini. Terlebih, sebagai bank terbesar nasional dari sisi aset, BRI terus berinovasi memajukan nasabah UMKM maupun perorangan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Larry menambahkan bahwa selain B2B, Net1 Indonesia juga terus mengembangkan sektor B2Gnya dengan menyediakan koneksi internet 4G bagi pemerintah daerah tingkat kabupaten dan instansi pemerintah, antara lain Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kaimana yang telah bekerjasama dengan Net1 sejak tahun 2017. Beragam instansi pemerintah juga telah bekerja sama dengan Net1. Salah satunya adalah ASDP yang menggunakan koneksi Net1 untuk penyediaan Internet of Things (loT) bagi kapal-kapal besar. Selain ASDP, BAKTI NAVY juga menggunakan layanan Net1 untuk mendukung operasional angkatan laut di tengah lautan dan tidak lama lagi, Net1 juga akan mendukung BAKTI dalam rangka pengoperasian Palapa Ring. 

Pertumbuhan positif tersebut, menurut Larry, juga merupakan cerminan bahwa masyarakat di daerah rural mulai mengenal Net1 Indonesia dan layanannya, bahkan merasa terbantu sehingga bersedia menjadi kepanjangan tangan Net1 Indonesia dalam menjangkau masyarakat di sekitar mereka dengan menjadi MitraNet1 dan KiosNet1. 

Mitra Net1 merupakan model bisnis kemitraan yang melibatkan peran serta masyarakat di daerah- daerah yang menjadi area jangkauan layanannya. Masyarakat yang memiliki usaha berupa toko kelontong, rumah makan, toko ponsel, atau agen travel dapat menjadi MitraNet1. Kerja sama vang dimaksud adalah para pemilik usaha bisa menjadi mitra bisnis dari Net1 Indonesia dengan cara menvediakan produk-produk Net1 dan pengisian (topup) pulsa. 

Net1 Indonesia menaruh perhatian yang besar terhadap MitraNet1 sebagai salah satu upaya untuk hisa melibatkan peran serta masyarakat dalam bisnisnya. Dari 34 Provinsi yang ada di bumi usantara, MitraNet1 telah hadir di 27 Provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Barngka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Di masa depan, Net1 Indonesia berupaya bisa menjangkau seluruh wilayah di tanah air sehingga semakin banyak pula MitraNet1 dapat beroperasi. 

"Pertumbuhan pendapatan ini menjadikan Net1 semakin bersemangat untuk terus menyediakan layanan internet berkualitas serta memperluas area layanan, hingga seluruh pelosok negeri dapat menikmati koneksi internet 4G serta dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di setiap sudut Indonesia," tutup Larry.

Tentang Net1 Indonesia 

Net1 Indonesia merupakan nama merek dagang layanan telekomunikasi dari PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia yang mengandalkan frekuensi 450MHZ dengan teknologi 4G LTE (Long Term Evolution). Keunggulan layanan Netl adalah karakteristik frekuensinya rendah 450 MHz, sehingga ini sangat cocok diaplikasikan untuk daerah-daerah yang memiliki wilayah yang luas dan kepadatan yang rendah. 

Sejak Desember 2015, STI bekerjasama dengan ICE Group (sebelumnya bernama AINMT International Holdings BV) nerusahaan telekomunikasi internasional yang berbasis di Skandinavia, untuk memperluas dan meningkatkan jaringan nirkabel Pada bulan September 2016, STI berhasil mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 450MH2 secara nasional. Komitmen STI untuk mewujudkan pemerataan akses internet berkualitas sampai ke pelosok melalui layanan Net1 Indonesia telah resmi dan telah menjalani proses Uji Laik Operasi. 

Dengan karakteristik jangkauan yang luas, STI akan lebih fokus membawa layanan 4G LTE ke daerah perdesaan dan sub urban. Frekuensi 450MHZ dinilai sangat cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki populasi penduduk tersebar secara geografis. STI optimis memiliki kemampuan untuk menyediakan akses jaringan LTE-450MHZ untuk 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 14.000 pulau.

 

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top