Kamis, 21 November 2019 |
Peristiwa

Kemarau, Warga Tanjabtim Kesulitan Air Bersih

Kamis, 02 Juli 2015 03:24:24 wib
Ilustrasi.warga mencari air bersih (google.com)

JAMBIDAILY MUARASABAK - Memasuki musim kemarau, berangsur-angsur dibeberapa kecamatan di wilayah Tanjung Jabung Timur mulai kesulitan air bersih. Seperti hal yang terjadi di kecamatan Muarasabak Barat, sumur milik warga sudah mulai mengering.

Rojak, warga kampung baru kelurahan talang babat misalnya, dia harus menguras tenaga demi mendapatkan air bersih. Hal ini dilakukan demi untuk mecukupi air bersih hanya untuk kebutuhan rumah tangga.

"Ini sebagian usaha yang bisa dilakukan warga sekitar,"katanya, kemarin (01/07).

Bagi warga yang mampu menurut Rojak, masalah air bersih ketika kamarau datang tidak begitu ambil pusing. Pasalnya bagi mereka yang mampu dapat menyewa mobil pengangkut air yang ada.

"Kalau seperti kita ini harus bekerja sendiri. Ngambil sendiri angkat sendiri," kata Rojak.

lebih lanjut dikatakan Rojak, selain dirinya banyak warga yang berusaha mendapatkan air bersih dengan menggali kembali sumur lebih dalam. Akan tetapi usaha yang dilakukan dirinya bersama warga lain hanya sia-sia.

"Ada yang sumur warga hingga 25 meter tapi airnya pun tak ada,"ujar Rojak.

Senada di kata Ros,akibat kemarau dan sumur warga kering, mengakibatkan pekerjaan dapat lambat terselesaikan. Apalagi menurutnya ini baru memasuki awal musim kemarau, jika kemarau terus terjadi maka dampaknya cukup luas. Selain hal kecil di dapur bagi para ibu rumah tangga dari segipertanian juga sangat berdampak.

"ini baru sebagian kecil contoh bagi ibu-ibu rumah tangga, kalau dikaitkan dengan segala kebutuhan tentunya sangat miris,"kata Ros.

Dijelaskan Ros, untuk kecamatan Sabak Barat yang merupakan lingkungan perkantoran, tentunya permasalahan air bersih ketika kamarau seperti ini tidak seharusnya terjadi.

Apalagi sama-sama diketahui, saat ini pipa distribusi PDAM bahkan Saluran Rumah, dan Kwh meter air telah terpasang disetiap rumah. Namun terkait beroperasinya PDAM sendiri belum diketahui kapan akan beroperasi.

"Sepengetahuan saya memang sudah beroperasi tetapi baru di beberpa titik saja. Untuk wilayah kita belum tau kapan. Mau nya sih cepat beroperasi,"harap Ros.(jambidaily.com/FNI)

KOMENTAR DISQUS :

Top