Jumat, 24 Mei 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Kemenhan RI Gelar Sosialisasi dan Evaluasi Bela Negara Lingkup Pendidikan di Provinsi Jambi

Jumat, 01 Maret 2019 16:00:38 wib

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Direktorat bela negara Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia adakan Sosialisasi dan Evaluasi Kegiatan Bela Negara Lingkup Pendidikan di Provinsi Jambi Tahun 2019 (Senin, 25/02/2019), Berlangsung selama 2 Hari (25-26 Februari 2019) di Hotel Ratu kota Jambi. 

Kegiatan dihadiri Direktur bela negara Kemenhan RI, Brigjen Tandyo Budi Revira, Kolonel laut Lily Limalovlava, Letkol CAJ I Wayan Eka Sundawan, Mayor laut Sri Ningsih, serta Tamu undangan forkompimda provinsi Jambi, Polda Jambi, Korem 042/Gapu, Kesbangpol, Kanwil kemenkumhan dan BNNP.

Dalam sosialisasi ini diikuti 100 orang peserta dari lingkup pendidikan yaitu Dosen, guru, mahasiswa dan pelajar. Adapun Narasumber Brigjen TNI Tandyo Budi, Dinas Pendidikan provinsi Jambi, Diskominfo provinsi Jambi dan Kesbangpol prov Jambi.

Gubernur Jambi dalam sambutan yang diwakili oleh staf ahli gubernur bidang pemerintahan, hukum dan politik, Asraf S.Pt M.Si, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya kegiatan.

"Saya berharap melalui kegiatan ini, mampu memperkuat komitmen dan konsistensi kita dalam upaya melaksanakan bela negara lingkup pendidikan di provinsi Jambi. Negara Indonesia adalah negara yang besar, hal ini dapat kita lihat dari keanekaragaman bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, agama, bahasa, kepercayaan dan adat istiadat. Ini merupakan anugerah dari Allah yang maha kuasa yang patut kita syukuri. hal tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki potensi kekuatan budaya yang beragam sehingga dapat mewarnai peradaban dunia dan kesejajaran dengan bangsa-bangsa lainnya di percaturan Internasional. Kemajemukan dan pluralitas bangsa Indonesia harus dikelola secara baik dan harus dipertahankan dengan cara memelihara, melindungi dan mengembangkan melalui pelaksanaan nilai-nilai kebangsaan baik di tingkat nasional maupun di daerah agar senantiasa menjadi kekuatan bersama dalam membangun masyarakat, berbangsa dan bernegara," Ungkap Gubernur Jambi.

Menurut Gubernur Jambi, Salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya bela negara yaitu diterbitkan peraturan menteri pertahanan Nomor 32 tahun 2016 tentang pembinaan kesadaran bela negara serta instruksi presiden (Inpres) nomor 8 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional bela negara tahun 2018-2019.

"Indonesia dan juga masa depan bangsa sebagaimana dalam perjuangan ini, pendidikan sangatlah vital bagi suatu bangsa. Dimana dengan pendidikan yang baik tentunya akan semakin mengokohkan perjuangan dan semangat bela negara kita semua. Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar, lalu saat ia mulai melangkah masuk ke Sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang dia hadapi ini dapat mengarahkan terus menjadi pembelajar mereka justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajar. Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan diri, memajukan masyarakatnya, meajukan kebudayaan Indoesia," Tutur Gubernur Jambi.

Selain itu dalam sambutannya, Gubernur Jambi mengingatkan arti suatu pendidikan bagi kehidupan manusia. Pada hakikatnya pendidikan ialah proses memanusiakan manusia secara epistimologi, karakter pendidikan punya fungsi pemersatu, penyamaan kesempatan dan pembangunan potensi diri setiap manusia Indonesia.

"Pendidikan diharapkan dapat memeperkuat keutuhan bangsa dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia, memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan, serta memungkinkan setiap warga negara untuk mengembangkan potensi diri yang dimilikinya secara optimal," Terang Gubernur Jambi.

Tentunya, Kata Gubernur Jambi bahwa fungsi pendidikan tidak lagi sekedar proses kemanusiaan, tetapi juga menjadi subjek pembangunan secara utuh. Dalam kaitannya dengan pendidikan, bela negara sering dikaitkan dengan pendidikan kewarganeraan ata Civic Education. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang strategis dalam mempersiapkan warga negara yang cerdas, bertanggung jawab dan berkeadaban.

"Mengakhiri sambutan ini, saya mengharapkan keapda seluruh peserta agar mengikut acara ini dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi Agama, Bangsa dan negara serta kedaulatan negara tetap terjaga," Pesan Gubernur Jambi.

 


(hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top