Senin, 21 Oktober 2019 |
Peristiwa

Luasan Lahan Terbakar di Tanjabtim Mencapai 1.214 Hektare

Kamis, 10 Oktober 2019 00:06:28 wib
JAMBIDAILY TANJABTIM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mulai melakukan pengukuran lahan yang terbakar. Dari hasil pengukuran sementara, saat ini tercatat seluas 1.214 hektar lahan yang terbakar.

Luasan lahan yang terbakar tersebut, tersebar di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Tanjabtim, seperti di Kecamatan Mendahara Ulu, Dendang dan Sadu.

Kepala BPBD Tanjabtim, Jakfar melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Rahmat Hidayat mengatakan, dari ribuan hektar lahan yang terbakar, Desa Mencolok, Kecamatan Mendahara Ulu merupakan lahan yang terluas, yakni hampir mencapai 200 Hektare. Kemudian menyusul Karhutla di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dendang sekitar 159 Hektare.

"Untuk sementara Karhutla di Mencolok dan Jatimulyo merupakan lahan yang paling luas terbakar. Tapi pengukuran ini belum sepenuhnya, ada beberapa lokasi Karhutla yang belum dilakukan pengukuran, seperti sebagian di Sadu dan Mendahara Ulu,” terang Romi.

"Jika dipersentasekan pengukuran lahan yang terbakar baru sekitar 80 persen,” tambahnya.

Pada pengukuran lahan terbakar yang dilakukan BPBD Kabupaten Tanjabtim, tidak termasuk kawasan hutan seperti TNB. Pasalnya, untuk kawasan hutan seperti TNB, sudah diluar wewenang pihak BPBD.

"Untuk kawasan hutan, seperti TNB memang tidak dilakukan pengukuran, karena itu sudah diluar wewenang kita,” jelasnya.

Bahkan dari informasi yang diperolehnya, saat ini titik api masih ditemukan di kawasan TNB, tepatnya yang berbatasan langsung dengan Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu.

"Untuk titik api saat ini memang masih ada, tapi dikawasan TNB yang berbatasan dengan Desa Sungai Cemara Kecamatan Sadu,” katanya.

Namun hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui pasti perkembangan di lapangan, karena saat ini tim pemadam masih berada dilokasi kebakaran.

"Mudah-mudahan tim dilapangan dapat menanggulangi titik api tersebut, sehingga tidak menyebar dan menimbulkan kabut asap lagi yang telah beberapa hari terakhir sempat menghilang setelah diguyur hujan,” sebutnya.

Penulis: Hendri Rosta /Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top