Kamis, 21 Maret 2019 |
Nasional

MA Tak Beri Pertimbangan Remisi Pembunuh Wartawan Bali

Jumat, 01 Februari 2019 14:00:38 wib
Ilustrasi Mahkamah Agung (Foto: Ari Saputra/detikcom)

JAMBIDAILY NASIONAL - Mahkamah Agung (MA) menyatakan tidak memberikan pertimbangan soal remisi I Nyoman Susrama. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Susrama merupakan otak pembunuhan wartawan Radar Bali yang mendapatkan remisi dari seumur hidup menjadi 20 tahun.

"Pemberian remisi tidak meminta pertimbangan MA itu murni evaluasi Kemenhum HAM dari warga binaan," ujar Kepala Biro Humas dan Hukum MA Abdullah di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2019).

"Remisi tidak ada hubungan dengan MA. Kalau grasi ada," ujar Abdullah.

Remisi yang dalam bahasa awam merupakan pengurangan masa hukuman memang tidak menjadi ranah MA. Remisi diputuskan oleh Menteri Hukum dan HAM setelah melalui serangkaian proses, jadi tidak bisa serta merta. Tata cara pemberian remisi diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan yang diturunkan pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 03 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Persoalan ini muncul ketika Susrama yang divonis penjara seumur hidup mendapatkan remisi menjadi 20 tahun penjara. Gelombang protes langsung bermunculan.

Pada akhirnya Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Sri Puguh Budi Utami mengaku mendapat perintah dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk mengkaji ulang remisi itu. "Sedang kajian, bapak menteri perintahkan untuk dikaji kembali. Lagi kerja keras memikirkan itu," kata Sri pada Kamis (31/1/2019).

 

(dhn/fjp)/detik.com

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top