Selasa, 22 Oktober 2019 |
Nasional

Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi Kelompok yang Manfaatkan Isu Rohingya

Jumat, 22 September 2017 19:01:53 wib
Pengungsi Rohingnya menempati apa saja yang tersedia di kawasan Coxs Bazar, distrik Bangladesh yang paling dekat dengan Myanmar.(EPA)

JAMBIDAILY NASIONAL - Solidaritas Lintas Agama untuk Myanmar (SALAM) meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan isu tragedi kemanusiaan yang dialami warga Rohingya di Rakhine, Myanmar, untuk menciptakan konflik antar-agama di Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, salah satu anggota solidaritas, mengatakan, ang dialami warga Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan, bukan konflik antara muslim dan penganut agama Budha.

"Apa yang terjadi di sana adalah tragedi kemanusiaan. Kita harus meletakkannya dalam kacamata kemanusiaan tanpa pernah tersekat dan terkotak oleh keyakinan tertentu," ujar Said saat memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017).

Said menuturkan, tragedi kemanusiaan di Rakhine lebih kompleks dari hanya sekadar isu konflik antar-agama. Menurut Said, di Rakhine terdapat konflik kepentingan berupa perebutan sumber daya dan juga persoalan politik.

"Maka yang paling tepat adalah mendudukan tragedi Rohingya sebagai tragedi kemanusiaan," kata Said.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI) Suhadi Sendjaja. Menurut dia, tidak dipungkiri ada yang pihak-pihak yang mendorong, seolah-olah tragedi Rohingya merupakan konflik antar-agama.

"Yang selalu kita jaga dari 2012, ini bukan konflik antara Budha dan Islam karena saat ini ada upaya untuk mendorong ke arah situ," ujar Suhadi.

Oleh sebab itu, Suhadi berharap masyarakat mampu menyaring informasi yang beredar terkait tragedi Rohingya yang beredar di media sosial. Selain itu, dia juga meminta masyarakat tidak terprovokasi.

"Saya berharap masyarakat menyaring info yang beredar dan tidak terprovokasi," kata Suhadi.

 


(Kompas.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top