Selasa, 22 Oktober 2019 |
Suaro Wargo

Memahami Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Minggu, 18 November 2018 11:27:03 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY SUAROWARGO - Zakat merupakan sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima seperti fakir miskin, kaum duaffa dan sebagainya. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Hadist. Zakat juga dapat membersihkan dan mensucikan hati umat manusia sehingga terhindar dari sifat tercela seperti kikir, rakus dan gemar menumpuk harta dan zakat dapat membersihkan harta orang beriman. Zakat termasuk kedalam rukun islam yang ketiga dan menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam menegakkan syariat islam. Oleh karena itu hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti sholat, puasa, haji dan sebagainya yang telah diatur dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Zakat mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan umat islam. Bahkan pada masa khalifah Abu Bakar As-Shiddiq orang-orang yang tidak mau berzakat diperangi sampai mereka mau berzakat sedangkan orang-orang yang mau berzakat mendapatkan pahala. Ancaman orang yang tidak mau mengeluarkan zakat yaitu siksa yang sangat pedih yang akan mereka terima diakhirat kelak. Bahkan ancaman Allah SWT demikian kerasnya untuk mereka yang menyepelekan kewajiban berzakatnya. Sesuai dengan firman yang ada didalam Al-Qur’an surat at-taubah ayat 60 artinya :

“sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengurus zakat (amilin), para mu’alaf yang memerdekakan budak. Sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah SWT. Dan Allah SWT maha mengetahui lagi maha bijaksana”.

Dengan zakat juga dapat membantu masyarakat dalam menstabilkan ekonomi masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan atas, sehingga dengan adanya zakat umat islam tidak ada yang tertindas, karena zakat dapat menghilangkan jarak antara golongan kaya dan golongan miskin. Dan dapat mempererat tali persaudaraan serta saling membantu satu sama lain antar manusia. Menurut jenisnya zakat dibedakan menjadi dua yaitu zakat fitrah dan zakat mal :

1. Zakat Fitrah (Jiwa)
Pengertian fitrah merupakan sifat asal, bakat, perasaaan, keagamaan dan perangai.
Sedangkan zakat fitrah merupakan zakat yang fungsinya mengembalikan manusia muslim ke keadaan fitrahnya, dengan menyucikan jiwa mereka dari kotoran-kotoran/dosa-dosa yang disebabkan oleh pengaruh pergaulan dan sebagainya. Zakat fitrah adalah sejumlah harta yang wajib ditunaikan oleh setiap mukallaf dan setiap orang yang nafkahnya ditanggung olehnya dengan syarat-syarat tertentu.
Yang dikeluarkan dalam zakat fitrah merupakan makanan pokok sebanyak 3,5 liter atau 2,5 kg atau bisa diganti dengan uang senilai 3,5 liter atau 2,5 makanan pokok yang harus dibayarkan. Makanan pokok didaerah tempat berzakat fitrah itu seperti beras, jagung, tepung, sagu dan sebagainya.

Syarat wajib zakat fitrah yaitu (1)Beragama islam, (2)Lahir dan hidup sebelum terbenam matahari pada hari penghabisan bulan Ramadhan, (3)Mempunyai kelebihan harta dari keperluan makanan untuk dirinya sendiri dan wajib dinafkahi, baik manusia atau binatang, pada malam hari raya dan siang harinya. Yang tidak mempunyai kelebihan seperti itu, maka boleh menerima dari orang lain sehingga dia dapat membayar zakat dan mempunyai persediaan makanan.

Waktu wajib membayar zakat fitrah adalah ketika terbenam matahari pada malam Idul Fitri. Adapun beberapa waktu dan hukum membayar zakat fitrah pada waktu itu adalah:

  • Waktu yang mubah, awal bulan Ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan.
  • Waktu yang wajib, mulai terbenmnya matahari diakhir bulan Ramadhan.
  • Waktu yang sunnah, sesudah shalat subuh sebelum shalat Idul Fitri.
  • Waktu yang makruh, sesudah shalat Idul Fitri tetapi sebelum terbenam matahari pada hari raya Idul Fitri.
  • Waktu yang haram, sesudah terbenam matahari pada hari raya Idul Fitri.

Zakat ini wajib dikeluarkan dalam bulan Ramdhan sebelum shalat ied, sedangkan bagi orang yang mengeluarkan zakat fitrah setelah dilaksanakan shalat ied maka apa yang diberikan bukanlah termasuk zakat fitrah tetapi merupakan sedekah.

Hikmah zakat fitrah menurut Yusuf Qardhawi yaitu :

  • Membersihkan kotoran selama menjalankan puasa, karena selama menjalankan puasa seringkali orang terjerumus pada perkataan dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya serta melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah.
  • Menumbuhkan rasa kecintaan kepada orang-orang miskin dan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan memberi zakat fitrah kepada orang-orang miskin dan orang yang membutuhkan akan membawa mereka kepada kebutuhan dan kegembiraan, bersuka cita pada hari raya.

2. Zakat Mal (Harta)

Zakat Mal merupakan zakat harta benda yag dimiliki oleh seseorang karena sudah sampai batas nisab (batas seseorang harus mengeluarkan zakat). Semua harta milik kita yang telah memenuhi syarat-syaratnya berdasarkan syarat agama islam seperti emas, perak, binatang, ternak, tumbuh-tumbuhan (buah-buahan dan biji-bijian) barang peniaga/uang. Jadi semua zakat selain zakat fitrah bisa dikategorikan sebagai zakat harta benda. Baik itu hasil pertanian, peternakan, perdagangan dll. Baik yang berupa simpanan atau tidak. Zakat profesi juga masuk kategori zakat harta benda.

Syarat wajib zakat mal yaitu muslim, orang yang merdeka, hak milik yang sempurna, telah mencapai nisab, masa memiliki sudah sampai satu tahun/haul (selain tanaman dan buah-buahan), lebih dari kebutuhan pokok, bebas dari hutang.

Beberapa macam zakat maal:

Zakat Perdagangan

Setiap kekayaan atau penghasilan hasil dari berniaga atau berdagang wajib dikeluarkan zakatnya. Kekayaan dari berniaga disini termasuk stok barang dagangan, ditambah uang kontan dan piutang yang masih mungkin kembali. Bila nilai total kekayaan dari kegiatan berdagang tersebut, setelah dikurangi kewajiban utang, telah mencapai nisab (yaitu setara dengan 85 gram emas) dan telah berusia 1 tahun haul, maka besar zakat yang harus dabayarkan adalah 2,5%.

Zakat pertanian

  • Zakat pertanian dibayarkan setiap masa panen. Ketentuan zakat pertanian sebagai berikut :
  • Mencapai nisab 653 kg gabah atau 520 kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok.
  • Jika selain makanan pokok maka nisabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum disebuah daerah.
  • Kadar zakat apabila diairi dengan air hujan, sungai, atau mata air, maka 10%.
  • Kadar zakat jika diairi dengan cara disiram (dengan menggunakan alat) atau irigasi maka zakatnya 5%.

Zakat emas & perak

Ketentuan zakat emas :

  • Mencapai haul 1 tahun
  • Mencapai nisab 85 gram emas murni
  • Besar zakat 2,5%

Ketentuan zakat perak :

  • Mencapai haul 1 tahun
  • Mencapai nisab 595 gram perak
  • Besar zakat 2,5%

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dan telah mencapai nisabnya (setara 520 kg beras wajib mengeluarkan zakat 2,5%.

Zakat Hewan Ternak
Zakat hewan ternak meliputi semua jenis dan ukuran ternak misalnya unta, sapi, kerbau, kambing, domba dan ayam. Zakat ternak dibayarkan setelah melebihi nisabnya.

Zakat hasil tambang
Adalah zakat yang dikeluarkan dari hasil yang diperoleh asal proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi atau laut dan memiliki nilai ekonomis. Seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dll.

Zakat rikaz atau barang temuan
adalah zakat yang dikeluarkan atas harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya (harta karun).

Macam-macam zakat maal yaitu :

  • Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) yaitu :
  • Fakir, orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan tidak ada yang menanggung kebutuhan hidup sehari-harinya.
  • Miskin, orang yang mempunyai pekerjaan tetapi penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Amil, orang yang mengrus zakat, mulai dari pengumpulan sampai dengan pembagian kepada yang berhak.
  • Hamba Sahaya atau Riqab, oarang yang menjadi budak dan dapat diprjualbelikan.
  • Fi Sabilillah, orang yang memperjuangkan agama islam.
  • Mu’allaf, orang yang baru masuk islam dan imannya masih lemah.
  • Orang yang berhutang, seseorang yang kurang mampu yang berhutang untuk keperluan ketaatan kepada Allah atau untuk hal yang mubah.
  • Ibnu sabil, orang yang datang dari suatu kota (negeri) ke kota (negeri) lain atau melewatinya dalam status sebagai musafir yang tidak bermaksud melakukan maksiat dengan perjalanannya.

Orang yang tidak berhak menerima zakat :

  • Orang kafir (hanya berhak diberi sedekah)
  • Orang atheis
  • Ayah, anak, kakek, nenek, ibu, cucu, dan isteri yang menjadi tanggungan orang yang berzakat.

Melakukan ibadah zakat sangatlah penting, karena selain merupakan salah satu rukun islam, dengan ibadah zakat juga dapat membantu membersihkan harta, mensucikan hati dan dapat menolong orang yang lemah atau menderita. Serta kita juga harus membayar zakat diwaktu dan orang yang tepat sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku.

 

 

 

...
Ditulis Oleh:
- Wahyudi YD
- Nursyah Permata Sari
- Cahyatun Hasanah
- Siska

 

Mahasiswa Jurusan Akuntansi/Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Negeri Jambi

 

 

 
 
*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top