Minggu, 25 Agustus 2019 |
Kesehatan & Olahraga

"Menaruh Harap" Pelayanan 17 Puskesmas Terakreditasi di Batanghari

Rabu, 12 Juni 2019 09:20:15 wib
ft : Ilustrasi/antara/google.co.id

JAMBIDAILY BATANGHARI- Ketika masyarakat datang berobat ke Puskesmas, maka mereka tidak akan bertanya, apakah Puskesmas tersebut sudah terakreditasi atau belum. Bahkan kata Akreditasi sendiri mungkin belum pernah terbersit di benak mereka.

Penanganan yang cepat, layanan yang ramah dan tindakan yang aman serta bertanggungjawab menjadi harapan masyarakat untuk datang ke Puskesmas.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang mudah diakses, Puskesmas sudah dilirik bukan hanya oleh masyarakat strata menengah ke bawah, tetapi juga oleh strata atas.

Apalagi dengan berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menegaskan bahwa upaya pelayanan kesehatan harus berjenjang mulai dari tingkat pertama.

Hanya kasus-kasus yang tidak bisa terselesaikan di puskesmas yang dapat dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan kedua atau tingkat rujukan.

Hal ini menjadi peluang bagi Puskesmas untuk unggul dalam persaingan menyediakan pelayanan kesehatan.

Bertambah cerdasnya masyarakat membuat mereka tidak sekedar mencari fasilitas pelayanan yang mudah, tetapi akan berupaya mencari yang lebih memberikan kenyamanan, walaupun sedikit sulit aksesnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan tata cara mengaudit Puskesmas dengan Konsep yang dinamakan Akreditasi melalui sistem pembinaan yang terencana.

Keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi menjelaskan bagaimana metode dan teknisnya.

Secara operasional, Akreditasi dapat dikatakan sebagai pengakuan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan lewat Badan atau Komisi Akreditasi terhadap fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, yang dianggap telah memenuhi standar mutu pada manajemen dan layanannya.

Pengakuan ini diberikan dalam secarik kertas yang disebut sertifikat. Bukan melihat bentuknya, tetapi makna akreditasi sendiri yang perlu dipahami, terutama efek perbaikan bagi Puskesmas.

Pelaksanaan akreditasi tidak seperti audit biasa, tetapi lebih menekankan pembinaan dan bimbingan terhadap Puskesmas.

Oleh karena itu audit Akreditasi disebut dengan survei dan pelaksanaan akreditasi Puskesmas disebut survei akreditasi Puskesmas.

Survei yang dimaksud adalah tinjauan terhadap kondisi atau keadaan Puskesmas, apakah sudah sesuai dengan standar mutu, jika belum maka akan direkomendasikan perbaikannya.

Akreditasi wajib dilaksanakan secara terus menerus untuk mempertahankan standar mutu, dengan penetapan status akreditasi.

Seperi di Kabupaten Batanghari sendiri, beberapa Puskemas sudah menyandang predikat akreditasi.

“ Iya, untuk Batanghari 17 Puskesmas yang ada, saat ini secara jumlah untuk provinsi Jambi sudah terakreditasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfie Yennie melalui H Syahmirdan SKM selaku Kasi Pelayanan Kesehatan Primer pada dinas Kesehatan Batanghari, beberapa waktu lalu.

Ia juga menyebutkan, bahwa sebelumnya di Batanghari baru tercatat 13 Puskesmas yang sudah terakreditasi. Kemudian untuk akreditasi 4 puskesmas lagi pada tahun 2018 kemarin. Empat Puskesmas tersebut adalah, puskesmas Tidar Kuranji, Muaratembesi, Jangga Baru dan Selat.

“Dari empat Puskesmas itu, tiga Puskesmas mendapatkan kategori madya dan dasar. Untuk kategori dasar adalah Puskesmas Jangga Baru, sementara tiga lagi kategori madya,” Jelas Syahmirdan.

Sementara itu terakreditasi Puskesmas tersebut telah dilakukan kegiatan survei akreditasi, diperlukan suatu alat penunjang. Alat yang dimaksud disebut dengan Instrumen Akreditasi. Karena alat ini adalah penguji dan pengukur bagaimana penyelenggaraan Puskesmas sesuai standar, maka instrumen akreditasi wajib dipahami dengan sebaik-baiknya bagi setiap Puskesmas yang sudah terakreditasi.

Apapun kondisinya, Penulis berharap Puskesmas sebagai pelayanan dasar kesehatan masyarakat diharapkan dapat memberi pelayanan yang terbaik.  Apalagi 17 puskesmas yang telah menyandang akreditasi.

Penulis        : Syahreddy/Sindikasi
Editor        : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top