Jumat, 24 Mei 2019 |
Hukum

Mencuat Dugaan AJB Jual Beli Jabatan Kadis PU Senilai 1,6 Milliar di Kota Sungai Penuh

Rabu, 13 Maret 2019 13:25:26 wib
Asafri Jaya Bakri, Walikota Sungai Penuh/Foto: ist

JAMBIDAILY HUKUM - Dugaan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) mencuat ke permukaan karena telah melakukan tindak pidana korupsi berupa Gratifikasi terkait lelang jabatan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kota Sungai Penuh, Tahun 2015.

Dari keterangan dan bukti yang diterima oleh Redaksi jambidaily.com (Rabu, 13/03/2019) bahwa terperinci temuan, Terdapat Foto Copy Surat Perjanjian pada tanggal 19 November 2015 antara H. Zulhaq Arsyad selaku Pihak Pertama dengan H. Asafri Jaya Bakri selaku Pihak Kedua yang disaksikan oleh Hj. Emi Zola Asafri, S.Ag, M.Hum dan H. Irman Jalal, SE, M.Si terkait pinjaman uang Rp. 1.600.000.000,- (satu milyar enam ratus juta rupiah) dengan jaminan sertifikat tanah dan BPKB Mobil serta dengan isi perjanjian yang berbunyi 

“1 (satu) Pihak Kedua berjanji untuk mendifinitifkan Saudara Irman Jalal, SE, M.Si sebagai Kepala Dinas PU Kota Sungai Penuh sampai yang bersangkutan habis masa pensiun yaitu sampai tgl 1 Desember 2018. 2 (dua) Pihak Kedua berjanji kepada  Pihak Pertama akan membantu memberikan kegiatan proyek kepada Pihak Kedua sampai habis masa jabatan terpilih Walikota yaitu sampai tahun 2021”. 

Berdasarkan Surat Perintah Tugas nomor 090/29/pp-BKD/2015 yang Memerintahkan Saudara H. Irman, SE, M.Si jabatan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sungai Penuh untuk merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh.

Diduga nama H. Zulhaq Arsyad yang tercantum dan menandatangani sebagai Pihak Pertama dalam Surat Perjanjian adalah Kontraktor sekaligus Donatur (Pendor) untuk Saudara H. Irman Jalal, SE, M.Si alias H. Irman, SE, M.Si selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi merangkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi tahun 2015.

Maka dugaan nama H. Asafri Jaya Bakri yang tercantum dan menandatangani sebagai Pihak Kedua dalam Surat Perjanjian adalah Walikota Sungai Penuh Provinsi Jambi Periode 2011 – 2021. Juga diduga nama Hj. Emi Zola Asafri, S.Ag, M.Hum yang tercantum dan menandatangani sebagai saksi dalam Surat Perjanjian adalah Istri dari Saudara H. Asafri Jaya Bakri selaku Walikota Sungai Penuh Provinsi Jambi Periode 2011 – 2021.

Berdasarkan penjelasan diatas maka diduga kuat telah terjadi tindak Pidana Suap atau Gratifikasi, serta penyalahgunaan wewenang dan jabatan sebagai bentuk Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan Saudara H. Asafri Jaya Bakri selaku WaliKota Sungai Penuh Provinsi Jambi (Periode 2011 – 2021) bekerjasama dengan H. Zulhaq Arsyad selaku Kontraktor yang memberi Suap atau Gratifikasi

"Yang disebutkan dalam Pasal 12 huruf (e) dan huruf (g) Tindak Pidana Korupsi nomor 31 tahun 1999 dan atas perubahannya nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Maka berdasarkan hal tersebut diatas kami menduga adanya indikasi Menyalahgunakan wewenang dan Kekuasaan jabatan Saudara H. Asafri Jaya Bakri selaku WaliKota Sungai Penuh Provinsi Jambi (Periode 2011 – 2021) bekerjasama dengan H. Zulhaq Arsyad selaku Kontraktor yang memberi Suap atau Gratifikasi," Jelas Sumber, yang meminta dengan sangat namanya dirahasiakan.

Sementara itu, atas informasi ini hingga di publish jambidaily.com, belum melakukan konfirmasi terkait bukti-bukti kepada nama-nama yang disebutkan. Lalu upaya untuk konfirmasi kepada Walikota Sungai Penuh, masih nihil  atau belum berhasil untuk mendapatkan keterangan dan jawaban atas dugaan ini.

 

Berikut Bukti Perintah Tugas dan Surat Perjanjian Dugaan Berkaitan:


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top